Kamis, 08 Maret 2018

PENYUSUNAN ATURAN PENGELOLAAN KEUANGAN KELOMPOK PEMASARAN HASIL PERIKANAN


Perencanaan Keuangan
Rencana keuangan adalah alat vital yang membantu wirausahawan/pelaku usaha perikanan untuk mengelola usahanya dengan lebih efektif, mengarahkan mereka menghindari kendala-kendala yang dapat mengakibatkan kegagalan.
Manajemen keuangan adalah proses yang menyediakan informasi keuangan yang relevan kepada wirausahawan/pelaku usaha perikanan dalam format yang mudah dibaca untuk jangka waktu tertentu, memungkinkan wirausahawan mengetahui tidak hanya keadaan keuangan bisnis mereka tetapi juga alasan kinerja mereka. Secara sederhana perencanaan merupakan usaha menetapkan kegiatan yang akan dilakukan tentang :
-       Apa yang akan dilakukan atau apa yang hendak dilakukan ?
-       Bagaimana melaksanakannya atau apa yang harus dikerjakan ?
-       Kapan melaksanakannya ?
-       Siapa yang akan melaksanakannya ?
Perencanaan Usaha merupakan dokumen tertulis yang dapat mengkomunikasikan suatu ide usaha/bisnis dengan dilandasi oleh aspek-aspek  penting yang terkait dengan kepentingan usaha. Dengan kata lain, sebuah perencanaan keuangan merupakan bagian terpenting dari perencanaan sebuah program serta kesinambungan keuangan jangka panjangnya. Tetapi harus dipahami bahwa perencanaan ini juga adalah proses yang berjalan. Menentukan prinsip-prinsip perencanaan keuangan, dan tetap berpaut padanya akan membantu program anda bukan hanya sekarang tapi juga untuk masa yang akan datang.
Aspek penting dalam perencanaan usaha antara lain meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek produksi, aspek organisasi dan sumberdaya manusia, aspek legal, aspek finansial.
Banyak orang yang menyatakan keengganannya untuk menyusun suatu rencana usaha.  Berbagai alasan disampaikan, mulai dari ungkapan sulit, capek,hingga tidak mengerti bagaimana cara membuat atau menyusunnya.  Lalu, “Mengapa calon pelaku usaha (pelaku usaha) perlu bersusah payah menyusun/menulis  rencana bisnis ?”.  Tentunya seorang calon pelaku usaha (pelaku utama perikanan) perlu memperhatikan kepentingan  atau manfaat apa yang terkait dengan penyusunan rencana usaha tersebut, sehingga bisa berpikir lebih obyektif.
Manfaat perencanaan usaha antara lain adalah sebagai berikut: (1)Dipakai sebagai alat koordinasi; (2) Dapat memberikan “kepastian” mengenai masa depan atau membatasi “ketidakpastian”; (3) Merupakan alat ukur terhadap prestasi yang akan dicapai dan alat pengendalian (control) jalannya kegiatan/organisasi; (4) Meningkatkan kemampuan antisipasi terhadap perubahan; (5) Meningkatkan produktifitas (efektifitas dan efisiensi) karena memfokuskan pada sasaran; (6) Meningkatkan dukungan dan peran serta, karena tujuan/sasaran dapat diketahui oleh pelaksananya; (7) Dalam proses perencanaannya, “team building” (terbentuk kerjasama) merupakan hasil sampingan yang sangat bermanfaat bagi organisasi. Dalam kegiatan usaha perikanan baik secara berkelompok maupun kegiatan usaha yang dilakukan oleh individu, diperlukan perencanaan yang matang, mengingat kegiatan usaha ini memiliki risiko tersendiri, terutama yang berhubungan dengan kondisi alam (iklim/musim), keterampilan sumberdaya manusia, teknologi maupun modal usaha.
Sebuah perencanaan usaha memiliki fungsi yang sangat  mendukung keberhasilan usaha.  Fungsi tersebut meliputi :
1.      Mendorong calon pelaku bisnis untuk berpikir mengenai “apa yang akan dikerjakan”:
·         Menggunakan pandangan yang obyektif
·         Bersikap kritis
·         Tidak emosional
2.      Dapat digunakan untuk menilai keragaan aktual usaha (bisnis) pada jangka waktu tertentu.
3.      Merupakan dokumen yang dapat dinilai oleh pemberi kredit (calon investor) untuk menilai bisnis baru maupun mengembangkan bisnis yang sedang dikerjakan.
Perencanaan keuangan adalah proses yang berkesinambungan yang memungkinkan pengelolaan keuangan program anda dengan:
1.      Mengidentifikasi kebutuhan biaya dan sumberdaya dari program anda,
2.      Menunjukkan jeda antara biaya dan jumlah dana yang anda harapkan akan diperoleh  untuk program anda,
3.      Membuka resiko-resiko yang mungkin ada terhadap pendanaan program mendatang,
4.      Menggaris bawahi ketidak-efisienan program; dan
5.       Mengembangkan strategi-strategi untuk mengatasi jeda pendanaan, mengurangi resiko pendanaan dan mengatasi ketidak-efisienan program.

3.2.   Dasar-dasar Pengelolaan Keuangan
Bentuk umum informasi keuangan suatu lembaga/institusi/kelompok adalah seperangkat laporan keuangan, terutama yang terdiri atas: laporan posisi keuangan (neraca), laporan rugi-laba (laporan aktivitas), laporan perubahan modal, dan laporan arus kas, termasuk catatan penjelasan laporan keuangan yang diperlukan.
A.     Laporan Neraca/Neraca Keuangan
Laporan neraca adalah laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan sesaat perusahaan, memperkirakan nilainya pada waktu tertentu. Neraca dibentuk dari persamaan dasar akuntansi : aktiva = Kewajiban + Equitas pemilik.
1.   Aktiva: merupakan assets/harta produktif yang dikelola. Perolehan assets tersebut dapat bersumber dari hutang atau pun modal sendiri sebagai aktiva bersih organisasi/entitas. Assets biasanya dibedakan dalam kelompok Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap yang didasarkan pada masa pemanfaatannya atau sifat likuiditasnya.
-       Aktiva lancar adalah harta seperti kas dan jenis lain yang dapat diubah menjadi kas dalam waktu satu tahun atau dalam daur usaha normal perusahaan
-       Aktiva tetap yaitu harta yang diperoleh untuk pemakaian jangka panjang dalam perusahaan.
2.   Kewajiban: memuat pengakuan klaim pihak lain atas jumlah tertentu yang akan dibayarkan pada masa nanti, baik kepada perorangan maupun lembaga lain. Biasanya dibedakan menurut masa pengakuan jangka pendek dan jangka panjang (lebih dari 1 tahun). Dengan kata lain, pada elemen kewajiban ini memuat akun-akun yang menyatakan jumlah kewajiban organisasi untuk membayar kepada pihak lain.
3.   Aktiva Bersih (Modal): Mengandung pengertian yang dengan equitas pemilik, yaitu Hak yang Tersisa atas aktiva /harta /assets organisasi setelah dikurangi sejumlah kewajiban pada pihak lain. Dalam persamaan matematis dapat dinyatakan demikian : Equitas pemilik = Aktiva – Kewajiban)
Pada laporan keuangan organisasi nirlaba, equitas pemilik memakai terminology Aktiva Bersih dengan makna yang sama. Namun lebih dibedakan menjadi Aktiva Bersih Terikat dan Aktiva Bersih Tidak Terikat. Pemisahan ini bertujuan untuk menunjukkan sifat pembatasan hak untuk pemakaian/ pemanfaatan dana aktiva bersih (modal) yang ada.
Untuk memudahkan bagi peserta pelatihan dalam memahami, berikut ini disajikan contoh laporan neraca.
USAHA PEMASARAN IKAN SEGAR
Periode Laporan : s.d tanggal 28 Februari 2014

Aktiva
Passiva
Kas
Piutang Dagang
Persediaan Bahan Utama
Persediaan Bahan Pendukung
Perlengkapan
Peralatan Usaha
10.000.000
5.000.000
8.000.000
500.000
5.500.000
1.000.000
Hutang




Modal
12.000.000




18.000.000
Total Aktiva
30.000.000
Total Pasiva
30.000.000


B.      Laporan Laba/Rugi (Laporan Aktivitas),
Laporan laba-rugi adalah laporan keuangan yang menggambarkan kegiatan suatu usaha dalam satu periode operasi, yang membandingkan pengeluaran terhadap pendapatan untuk menunjukkan laba bersih atau rugi bersihnya. Laporan laba-rugi dapat pula didefinisikan sebagai laporan mengenai semua elemen pendapatan dan elemen beban (biaya) yang terjadi dalam suatu periode tertentu. Akun-akun pendapatan dan beban tersebut merupakan aktivitas real yang telah terjadi dalam satu periode pelaporan. Sehingga perlu diperbandingkan antara aktivitas yang menyebabkan adanya penerimaan (tambahan kekayaan), dengan aktivitas yang menimbulkan pengeluaran (pengurangan kekayaan). Hasil pembandingan tersebut dapat berupa selisih positif (laba) yang berarti penambahan aktiva bersih organisasi (modal bertambah), dapat pula selisih negatif (rugi) yang berarti terjadi penurunan/ pengurangan atas jumlah aktiva bersih.

CONTOH FORMAT LAPORAN LABA/RUGI
USAHA PEMASARAN IKAN ………………………
LAPORAN LABA/RUGI (HASIL USAHA)
Periode yang berakhir tanggal ... bulan ... tahun ...
Penjualan                                                                                                                                             xxx
Harga pokok Penjualan:
                Persediaan awal                                                                   xxx
                Pembelian                                                                                             xxx +
                Tersedia untuk dijual                                                                           xxx
                Persediaan akhir                                                                  xxx  -
                Harga pokok penjualan                                                                                       xxx  -
Laba Kotor                                                                                                                                            xxx
Beban Usaha                                                                                                                                        xxx  -
Laba Operasi                                                                                                                                        xxx
Biaya Bunga                                                                                                                                          xxx  -
Laba/Rugi Bersih                                                                                                                  xxx

C.      Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang memperlihatkan perubahan modal kerja sejak awal tahun dengan cara menguraikan sumber dan penggunaan dananya. Secara sederhana laporan ini dapat diartikan sebagai informasi tentang dari mana sumber kas diperoleh dan untuk apa (kemana) kas tersebut dipergunakan. Artinya laporan ini memuat ikhtisar arus kas masuk dan arus kas keluar, dimana aliran tersebut dibagi/dirinci ke dalam 3 kelompok aktivitas dalam organisasi, yaitu:
1.   Kegiatan Operasi; mencakup arus kas masuk dari penjualan barang dagangan, penerimaan piutang, penerimaan hutang dari pihak lain, dan sebagainya, serta arus kas keluar untuk kebutuhan pokok operasional pokok (seperti pembelian barang produksi, perlengkapan operasioanl), pemberian  piutang/kredit kepada nasabah, dan sebagainya.
2.   Kegiatan Investasi; mencakup perolehan dan penjualan aktiva tetap yang berkenaan dengan fasilitas poduksi/operasional.
3.   Kegiatan Pendanaan (Keuangan); mencakup arus kas masuk atas pengadaan sumber daya dari pemilik, donatur, serta kreditor, dan arus kas keluar untuk pengembalian jumlah dana yang dipinjam. Dengan semua kegiatan yang melibatkan pemilik dengan kreditor yang berpengaruh pada kas, seperti penyetoran dan modal, penarikan modal, penarikan pinjaman/hutang kepada bank serta pelunasannya.




CONTOH FORMAT LAPORAN ARUS KAS
USAHA PEMASARAN IKAN  ………………………
LAPORAN ARUS KAS
Periode yang berakhir tanggal ... bulan ... tahun ...

AKTIVITAS OPERASI
Laba bersih                                                                                                           xxx
Kenaikan utang                                                                     xxx
Kenaikan piutang                                                                 (xxx)  +
xxx  -
Kas bersih dari aktivitas operasi                                                                       xxx

AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aktiva tetap (tanah)                                           xxx
Pembelian peralatan                                                                                           (xxx) +
Kas bersih dari aktivitas investasi                                                                     xxx

AKTIVITAS PEMBIAYAAN
Kenaikan modal disetor                                                      xxx
Pengembalian pinjaman                                                     (xxx)
Penarikan hutang/pinjaman                                                               xxx
Pelunasan hutang/pinjaman                                                              (xxx)  +
Kas bersih dari aktivitas pembiayaan                                                               (xxx)
Kenaikan bersih kas                                                                                             xxx
Kas awal periode                                                                                                  xxx  +
Kas akhir periode                                                                                                 xxx

D.     Catatan atas Laporan Keuangan
Dalam catatan atas laporan keuangan selain memuat penegasan mengenai berbagai kebijakan akuntansi yang dianut untuk penyusunan laporan keuangan organisasi, juga memberikan uraian lebih rinci atas akun-akun tertentu dalam laporan keuangan diatas. Penjelasan ini dianggap penting guna membantu pembaca untuk menginterpretasikan informasi pada laporan keuangan. Dengan kata lain hal ini membantu dalam proses pengambilan keputusan pihak-pihak yang berkepentingan.






3.3.   Pemeriksaan Keuangan
Pemeriksaan merupakan salah satu unsur pengelolaan kegiatan. Dalam kelompok, pemeriksaan dapat diketahui sebagai kesatuan sistem yang dapat mengamati semua bidang-bidang pokok kegiatan, antara lain kegiatan keorganisasian, permodalan, usaha produktif, administrasi, dan perkembangannya.
Dengan dilakukannya pemeriksaan secara teratur dan benar, maka pengurus kelompok dan anggota akan memperoleh informasi tentang kondisi kelompok, kekuatan-kekuatannya, maupun kelemahan-kelemahannya.  Selain itu auditing yang teratur akan meningkatkan kepercayaan anggota terhadap pengurus dalam mengelola kelompok.
Untuk mengetahui lebih dini/awal mengenai penyimpangan-penyimpangan dalam pengelolaan kelompok, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi, sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan dan pencegahan.
Dalam kelompok, pemeriksaan ini biasanya dilakukan oleh Badan Pemeriksa, dan apabila di dalam kelompok tidak ada/belum ada Badan Pemeriksa, maka pemeriksaan dapat dilakukan oleh ketua atau panitia khusus yang ditunjuk oleh rapat anggota.  Yang perlu diperiksa antara lain adalah:
1)      Pemeriksaan Kas, yang meliputi :
·      Menghitung uang kas.
·      Mencocokkan kas dan bank dengan catatan pembukuan.
·      Meneliti penerimaan dan pengeluaran apakah didukung dengan bukti-bukti yang sah (formulir, slip, kuitansi, dsb.)
·      Memberikan standar maksimum kas yang boleh dipegang bendahara.
·      Sistem pengamanan kas dan barang berharga milik kelompok.
2)      Pemeriksaan Simpanan dan Pinjaman Anggota, yang meliputi :
·      Mencocokkan catatan buku anggota dengan kartu simpanan dan pinjaman anggota.
·      Mencocokkan jumlah anggota peminjam.
·      Mencocokkan jumlah anggota yang melalaikan pinjaman
·      Mencocokkan saldo simpanan/tabungan.
·      Mencocokkan jangka waktu kredit tertunggak.
3)      Pemeriksaan Pembukuan Keuangan.
·      Mencocokkan catatan keuangan mulai dari slip hingga laporan keuangan.
·      Meneliti kelemahan dan kekuatan sistem pembukuan yang dipakai.
4)      Pemeriksaan Program Kerja yang berkaitan dengan Keuangan Kelompok dan Pelaksanaannya, yang meliputi :
·      Apakah kegiatan telah sesuai dengan rencana kerja yang telah disusun.
·      Faktor penghambat dan pendukung pelaksanaan kegiatan dan alternatif jalan keluarnya.
5)      Pemeriksaan Kesehatan Keuangan Kelompok, yang meliputi :
·      Apakah pengelolaan keuangan kelompok aman, lancar, menghasilkan, dan mengutamakan pengembangan anggota.
·      Apakah perkembangan keuangan kelompok telah sehat.
6)      Pengorganisasian Kelompok, yang meliputi :
·      Apakah rapat-rapat telah diselenggarakan secara teratur.
·      Apakah pengurus telah berfungsi dengan baik.
·      Pencatatan notulen rapat apakah telah dilakukan.
·      Pelaksanaan kegiatan pendidikan atau pelatihan ke anggota apakah telah dilakukan.
7)      Lain-lain, yang meliputi :
·      Hubungan dengan pembina/pendamping kelompok.
·      Hubungan dengan masyarakat/pemerintah setempat.
·      Hubungan dengan pihak lain pemberi pinjaman dana.
Laporan pemeriksaan diserahkan kepada pengurus kelompok sebagai masukan untuk meningkatkan pengelolaan kelompok. Jika Badan Pemeriksa menemui hal-hal yang tidak bisa diselesaikan dengan pengurus, maka Badan Pemeriksa berwenang untuk memberikan laporan pemeriksaan kepada rapat anggota sebagai forum tertinggi di kelompok. Kalau kelompok tidak dapat memenuhi kewajiban terhadap pihak luar, dan timbul kekurangan likuiditas kelompok yang bisa menyebabkan kebangkrutan kelompok, maka Badan Pemeriksa juga berhak untuk memberikan laporan pemeriksaan kepada pihak kreditur (pemberi kredit ke kelompok).

3.4.   Kesehatan Keuangan
Pemeriksaan kesehatan keuangan kelompok adalah alat untuk melihat makna hubungan dari berbagai posisi keuangan kelompok, serta merupakan hasil dari pencerminan pengelolaan keuangannya sekaligus sebagai alat kendali. Manfaat Pemeriksaan: (1) Memperoleh informasi kondisi keuangan kelompok; (2) Mengetahui mutu hasil kerja pengurus; (3) Mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam pengelolaan keuangan; dan (4) Mengendalikan agar sesuai dengan tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan (dalam AD/ART).
Posisi-posisi penting yang harus diperiksa: (a) Tingkat tunggakan; (b) Tingkat pertumbuhan kekayaan; (c) Tingkat pertumbuhan modal sendiri; (d) Tingkat utang; (e) Tingkat penggunaan dana produktif; (f) Tingkat hasil usaha; (g) Tingkat perputaran dana; (h) Tingkat ketangguhan menanggung resiko; (i) Tingkat kehematan biaya (efisiensi); dan (j) Tingkat pemerataan pinjaman.





Cara Memeriksa Posisi-posisi Penting
a)   Tingkat tunggakan =      jumlah tunggakan    x 100%
          jumlah sisa pinjaman
              Posisi ideal : kurang dari 3%

b)   Tingkat pertumbuhan kekayaan

=  Jumlah kekayaan th. Ini – juml kekayaan th. Lalu    x 100%
                         jumlah kekayaan th. Lalu

         Posisi ideal : semakin besar semakin baik


c)   Tingkat pertumbuhan modal sendiri

=   juml SP + SW + SS + Cad th ini – juml SP + SW + SS + Cad th lalu      x 100%
                                  juml SP + SW + SS + Cad th. Lalu

     Posisi ideal : semakin besar semakin baik


d)   Tingkat utang  =          jumlah utang             x  100%
                                            jumlah modal sendiri

                 Posisi ideal : semakin kecil semakin baik


e)   Tingkat penggunaan dana produktif  

=  Bagian kekayaan yang menghasilkan (piutang, deposito, investasi)   x 100%
                                                      jumlah kekayaan

                      Posisi ideal : di atas 85%
                      Dana tidak produktif seperti uang kas, inventaris

f)    Tingkat hasil usaha   

=     Juml pendapatan hingga akhir tahun ini     x  100%
Rata-rata kekayaan yang produktif
                                               
Posisi ideal : lebih besar dibanding bunga deposito rata-rata.
g)   Rata-rata kekayaan produktif
= (juml kekayaan produktif di awal tahun + juml kekayaan produktif di akhir tahun) : 2

h)   Tingkat perputaran dana
=  Juml pinjaman yang dicairkan selama setahun    x 100%
                 rata-rata juml kekayaan
              Posisi ideal : semakin besar semakin baik.
           
i)     Tingkat ketangguhan menanggung resiko
     =  Juml dana cadangan + SP + SW       x 100%
              juml nominal tunggakan
Posisi ideal lebih dari 100 %

j)     Tingkat efisiensi biaya  =
  =     Juml biaya selama satu tahun                x 100%
     juml pendapatan selama satu tahun
Posisi ideal kurang dari 75%



k)   Tingkat pemerataan pinjaman  =
            =  Juml peminjam yang masih mempunyai saldo pinjaman x 100%
                                                          jumlah anggota
  Posisi ideal : lebih dari 65%.

3.5.   Analisis Pengelolaan Keuangan
A.  Analisis Usaha
Analisis usaha dalam bidang perikanan merupakan pemeriksaan keuangan untuk mengetahui sampai di mana keberhasilan yang telah dicapai selama usaha perikanan itu berlangsung. Dengan analisis usaha ini, pengusaha membuat perhitungan dan menentukan tindakan untuk memperbaiki dan meningkatkan keuntungan dalam perusahaannya.Untuk memperoleh keuntungan yang besar, dapat dilakukan dengan cara menekan biaya produksi atau menekan harga jual. Namun, yang biasa dipakai oleh perusahaan yaitu dengan cara yang pertama, menekan biaya produksi. Biaya produksi merupakan modal yang harus dikeluarkan untuk membudidayakan ikan, dari persiapan sampai panen. Termasuk dalam hal ini biaya pembuatan kolam, biaya untuk perawatan sampai hasil pasca panen tersebut terjual.
Biaya produksi ini bisa dibedakan antara biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap merupakan biaya yang penggunaannya tidak habis dalam satu masa produksi, antara lain biaya pembuatan kolam, sewa lahan, dan biaya pembuatan saluran air. Sedangkan biaya variabel merupakan biaya yang habis dalam satu kali produksi, seperti biaya untuk benur, pupuk, pakan, pemberantasan hama, upah tenaga kerja, biaya panen, dan penjualan.
Dari data analisis di atas dapat dihitung kelayakan investasinya. Perhitungan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam mengelola usaha perikanan. Perhitungan biaya yang sering dilakukan yaitu Titik Impas (break event point/BEP) dan waktu modal investasi dapat kembali (return of investment/ROI) serta perbandingan keuantungan terhadap biaya (benefit cost ratio/ BC Ratio).
1.      Titik Impas (Break Event Point/BEP)
Break even point merupakan suatu nilai di mana hasil penjualan produksi sama dengan biaya produksi sehingga pengeluaran sama dengan pendapatan. Dengan demikian, pada saat itu pengusaha mengalami impas, tidak untung dan tidak rugi. Perhitungan BEP ini digunakan untuk menentukan batas minimum volume penjualan agar suatu perusahaan tidak rugi. Selain itu, BEP dapat dipakai untuk merencanakan tingkat keuntungan yang dikehendaki dan sebagai pedoman dalam mengendalikan operasi yang sedang berjalan.
Untuk menentukan BEP, ada beberapa hal yang harus diketahui yaitu biaya atau modal (baik itu modal tetap atau variabel), harga jual, dan tingkat produksi. Selanjutnya BEP bisa dihitung dengan menggunakan persamaan berikut:
                                                            Biaya tetap
                                 BEP =
                                                                        Biaya variabel
                                                              1 –
                                                                            Penjualan
2.      Waktu Modal Investasi dapat kembali (Return of Invesment/ROI)
ROI merupakan nilai keuntungan yang diperoleh pengusaha dari setiap jumlah uang yang diinvestasikan dalam periode waktu tertentu. Lalu mengapa perusahaan periu membuat perhitungan ROI ini? Apa manfaatnya? Jelas, manfaatnya sangat besar sekali bagi perusahaan. Dengan analisis ROI, perusahaan dapat mengukur sampai seberapa besar kemampuannya dalam mengembalikan modal yang telah ditanamnya. Dengan demikian, analisis ROI dapat digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan modal dalam perusahaan tersebut.
Pada umumnya, besar kecilnya nilai ROI ditentukan oleh : (1) kemampuan pengusaha dalam menghasilkan laba, (2) kemampuan pengusaha dalam mengembalikan modal, dan (3) penggunaan modal dari luar untuk memperbesar perusahaan.
Besamya ROI dapat diperoleh dengan rumus berikut ini:
ROI = Laba usaha/Modal usaha
3.      Perbandingan Keuantungan terhadap Biaya (Benefit Cost Ratio/ BC ratio)
Perhitungan ini lebih ditekankan pada kriteria-kriteria investasi yang pengukurannya diarahkan pada usaha untuk memperbandingkan, mengukur, serta menghitung tingkat keuntungan usaha perikanan. Dengan B/C ini bisa dilihat kelayakan suatu usaha. Bila nilainya 1, berarti usaha tersebut belum mendapatkan keuntungan sehingga perlu pembenahan. Semakin kecil nilai rasio ini, semakin besar kemungkinan perusahaan menderita kerugian.
Fungsi nilai B/C ini sebagai pedoman untukmengetahui seberapa besar suatu jenis ikan harus diproduksi pada musim berikutnya. Rumus B/C sebagai berikut:    B/C    =  Hasil penjualan/biaya produksi
B.   Prinsip Analisis Biaya
Usaha perikanan  merupakan suatu kegiatan ekonomi di bidang perikanan   dimana terdapat sejumlah unsur (input)  yang digunakan dan setiap input tersebut mengandung suatu nilai yang merupakan korbanan bagi pelaku usaha perikanan, yaitu sebagai biaya usaha perikanannnya.  Input usaha perikanan yang umumnya dibutuhkan oleh pekau usaha perikanan meliputi benih, lahan, mesin (alat), tenaga kerja, modal dan pengelolaan atau manajemen.
Input produksi saling berkaitan dan kedudukannya dalam usaha perikanan  sama penting sehingga sering disebut sebagai faktor produksi.  Pemahaman faktor produksi menyangkut masalah penguasaan dan pemilikan terhadap faktor-faktor produksi tersebut, dimana pemilikan memberikan kekuatan dan kekuasaan untuk berbuat terhadap faktor-faktor produksi dalam penggunaan pada proses produksi. Seseorang yang menguasai atau memiliki faktor produksi, dapat memberikan posisi atau status sosial yang tinggi di lingkungan masyarakatnya.
Lahan merupakan faktor produksi yang relatif langka dibanding dengan faktor produksi lain, selain itu distribusi penguasaannya dimasyarakat tidak merata dan tidak dapat dipindah-pindah walaupun dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan. Tenaga kerja dalam usahatani terbagi atas tenaga keja manusia, tenaga kerja ternak dan tenaga kerja mesin, dimana tenaga kerja manusia terbagi menjadi tenaga kerja pria, wanita dan anak-anak. Terdapat perbedaan konversi dalam penentuan kerja, sehingga perlu diseragamkan agar memudahkan dalam penentuan kerja. Untuk menyeragamkan, maka konversi tenaga kerja yang digunakan adalah Hari Kerja Pria (HKP).
Modal adalah barang atau uang yang bersama – sama dengan faktor produksi lain yang digunakan untuk menghasilkan barang baru, yaitu produk pertanian. Modal dapat dibedakan berdasarkan sifatnya menjadi modal tetap dan modal bergerak. Modal tetap adalah modal yang tidak habis dalam satu periode, meliputi tanah dan bangunan. Sedangkan modal bergerak adalah modal yang habis dalam satu periode, meliputi uang tunai dan sarana produksi.
Manajemen atau pengelolaan merupakan unsur terakhir dalam kegiatan usaha. Manajemen dalam usaha perikanan adalah kemampuan pelaku usaha perikana dalam menentukan, mengorganisir dan mengkoordinasikan faktor – faktor  produksi yang dikuasai untuk mencapai tujuan yang diharapkan.  Manajemen merupakan unsur usaha yang tidak berbentuk fisik akan tetapi unsur yang paling menentukan dalam keberhasilan usaha.
Keberadaan dan harga input usaha perikanan sangat menentukan dalam keberlanjutan usaha perikanan, sementara ketersediaannya bergantung kepada kondisi permintaan dan penawaran di pasar. Dengan demikian, maka pelaku usaha perikanan perlu memahami prinsip-prinsip analisis biaya dalam penyelenggaraan usaha perikanannya.
Prinsip analisis biaya sangat penting karena  pelaku usaha perikanan (petani  ataupun nelayan dan pengolah hasil perikanan) dapat menguasai pengaturan biaya produksi dalam usahataninya tetapi tidak mampu mengatur harga komoditi (hasil produksi)  yang dijualnya atau memberikan nilai kepada komoditi tersebut.  Harga-harga tersebut ditentukan oleh berbagai faktor di luar usaha perikanan, termasuk pula faktor-faktor di luar negeri. Apabila keadaan lainnya tidak berubah, pelaku usaha perikanan  harus mengurangi biaya persatuan komoditi yang dihasilkan bila ia ingin meningkatkan pendapatan bersih usahanya.
Penggolongan biaya produksi dilakukan berdasarkan sifatnya, meliputi: 1)biaya tetap (fixed cost), dan  2) biaya tidak tetap (variable cost).  Biaya tetap ialah biaya yang tidak ada kaitannya dengan jumlah barang yang diproduksi.  Petani rumput laut harus mampu membayarnya, berapapun jumlah produksi yang dihasilkan dari  usaha budidayanya.  Biaya tetap menjadi sangat penting apabila petani rumput laut memikirkan tambahan investasi  seperti mesin, perahu, bangunan dan alat-alat lainnya.  Tiap tambahan investasi hanya dapat dibenarkan apabila petani rumput laut mampu membelinya dan dalam jangka panjang dapat memberikan arus keuntungan. 
Biaya tidak tetap (variable cost) ialah biaya yang berubah apabila luas usahanya berubah.  Biaya ini ada apabila ada sesuatu barang yang diproduksi.   Sebagai contoh, banyaknya tenaga  kerja yang diperlukan dalam usaha rumput laut.  Apabila petani atau nelayan juragan mengupah tenaga kerja (buruh perikanan), maka ketika produksi dapat meningkat, kebutuhan terhadap buruh/tenaga kerja  juga meningkat. Tetapi apabila tidak ada produksi, maka tidak ada kebutuhan terhadap tenaga kerja (buruh perikanan) tersebut. 
C.   Analisis Pendapatan Usaha
Pendapatan dalam suatu kegiatan usaha  adalah balas jasa terhadap setiap faktor produksi dan merupakan ukuran keberhasilan kegiatan usaha.  Analisis pendapatan usaha perikanan  dilakukan untuk menggambarkan keadaan sekarang dari suatu kegiatan usaha perikanan atau untuk menggambarkan keadaan yang akan datang dari perencanaan atau tindakan dalam kegiatan usaha perikanan.  Bagi pelaku usaha perikanan, analisis pendapatan dapat digunakan untuk mengukur apakah kegiatan usaha yang dilaksanakan berhasil atau tidak.  Informasi yang diperlukan dalam analisis pendapatan adalah jumlah penerimaan dan jumlah pengeluaran usaha perikanan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.
Pada analisis pendapatan usaha perikanan ini, perhitungan didasarkan kepada biaya tunai dan biaya tidak tunai atau biaya yang diperhitungkan. Biaya tunai digunakan untuk melihat seberapa besar likuiditas tunai yang dibutuhkan petani untuk menjalankan kegiatan usaha di bidang perikanan.   Biaya tidak tunai digunakan untuk menghitung berapa sebenarnya pendapatan kerja petani jika bunga modal dan nilai kerja keluarga diperhitungkan.
Penerimaan total merupakan nilai produk dari suatu usaha yaitu harga produk dikalikan dengan total produksi. Total biaya atau pengeluaran dari suatu usaha agribisnis merupakan jumlah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk melakukan kegiatan budidaya dalam memproduksi komoditi perikanan. Pendapatan total usaha merupakan selisih antara penerimaan total dengan pengeluaran total.
Umumnya pendapatan usaha (keuntungan) dihitung untuk satu tahun kegiatan usaha. Keuntungan usaha dapat pula dihitung per musim tanam, dengan tetap menyesuaikan perhitunan besarnya beberapa jenis biaya secara proporsional, misalnya besarnya biaya penyusutan yang merupakan salah satu komponen dari biaya tetap (fixed cost).  Berarti apabila telah dilakukan perhitungan biaya penyusutan untuk satu tahun, maka jika akan dihitung besarnya keuntungan per musim tanam, harus dilakukan pembagian dengan angka 8.



p  = TR - TC

 
Pendapatan usaha (keuntungan) dihitung dengan menggunakan rumus : 
       
Keterangan :  
 p   = Keuntungan    (Rp)
 TR =  Total Revenue  atau Penerimaan Total (Rp)
 TC = Total Cost atau  Biaya Total (Rp)
Dalam hal ini Total Revenue  atau Penerimaan Total merupakan perkalian antara jumlah barang yang diproduksi/dipasarkan dengan harga barang tersebut; dengan asumsi bahwa semua barang yang diproduksi dapat dipasarkan seluruhnya.   Total Revenue  atau Penerimaan Total dalam bahasa perdagangan sehari-hari dikenal dengan sebutan omzet.   Total Revenue  atau Penerimaan Total dirumuskan sebagai berikut :



TR = P x Q

 
  


Keterangan :        
TR =  Total Revenue  atau Penerimaan  Total (Rp)
P   =  Harga jual (Rp/Kg)
Q   =  Jumlah barang yang dijual  (Kg)
Adapun Total Cost atau Biaya Total merupakan penjumlahan dari Biaya Tetap (fixed cost) dengan biaya variabel (variable cost).  Dalam bentuk matematis Total Cost dirumuskan sebagai berikut :


TC = FC + VC
 
  


Keterangan :
TC  =  Total Cost  atau Biaya Total  (Rp)
FC  =   Fixed Cost atau Biaya Tetap (Rp)
VC  =   Variable Cost atau Biaya Variabel (Rp)
Untuk dapat menghitung besarnya keuntungan usaha, petani/pengusaha perikanan dituntut untuk mampu mengidentifikasi dan  melakukan pencatatan dengan baik setiap biaya investasi dan biaya-biaya total yang dikeluarkan dalam kegiatan usahanya. 
Dalam menghitung keuntungan usaha,  diperlukan data biaya yang sifatnya mendukung/melengkapi total  biaya yang digunakan, yaitu berupa biaya penyusutan.  Biaya penyusutan ini mudah dihitung dan data dasarnya berasal dari data  biaya investasi.  Biaya penyusutan ini dihitung dengan menggunakan metode garis lurus, dengan rumus sebagai berikut :
Penyusutan  =   harga   beli  – nilai sisa
                          umur  ekonomis (tahun)
Keterangan :    
-    Penyusutan dalam satuan Rp/thn
-    Harga beli dalam satuan Rupiah
-    Nilai sisa dalam satuan Rupiah

D.  Analisis Efisiensi Usaha
Efisiensi usaha  merupakan salah satu ukuran keberhasilan usaha perikanan. Untuk mengukur efisiensi usaha digunakan rasio imbangan penerimaan dan biaya yang dikeluarkan (R/C) yang merupakan perbandingan antara pendapatan kotor yang diterima usahatani dari setiap rupiah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi.  Secara teoritis R/C menunjukan bahwa setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan akan memperoleh penerimaan sebesar nilai R/C-nya         R/C ratio dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :


R/C  =  TR
        TC
 
  
                                                               
Kriteria :
Bila R/C  >  1, maka usaha dinyatakan menguntungkan
Bila R/C  =  1, usaha mengalami impas
Bila R/C  <  1, usaha mengalami kerugian

E.   Analisis Waktu Balik Modal (Payback Period/PP)
Payback Period merupakan cara penilaian investasi yang didasarkan pada pelunasan biaya investasi oleh keuntungan atau dengankata lain Payback Period adalah waktu yang diperlukan untuk mengembalikan modal yang telah ditanamkan.
Secara matemetis Payback Period dapat dirumuskan sebagai berikut :


PP =  I
          p
 
  
                                                    
Keterangan :           
PP  = Payback Period (tahun)
I    = Investasi  (Rp)
p    =   Keuntungan (Rp/tahun)
Dengan kriteria, semakin singkat periode tingkat pengembalian modal maka usaha tersebut layak untuk diusahakan.    

F.    Analisis Harga Pokok Penjualan   (HPP)
Harga pokok produksi merupakan  semua pengeluaran  yang dikeluarkan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menghasilkan barang atau jasa yang akan dijual.   Harga pokok produk dirumuskan sebagai berikut :
                        HPP =  Total  Biaya  produksi dan pemasaran   
                                       Total  produk yang dihasilkan
Keterangan :   
- Biaya pokok produksi dalam satuan Rupiah
- Total jumlah produksi dalam satuan Kg
- HPP dalam satuan Rupiah/Kg
Dengan mengatahui HPP,  pelaku pengusaha perikanan  dapat menghitung/ menentukan besarnya marjin (perbedaan) antara  harga penjualan produknya dengan biaya produksi yang telah dikeluarkannya. Besarnya marjin harga diperoleh dengan cara mengurangkan harga jual produk  dengan HPPnya.   Apabila harga jual produk lebih besar dari HPP, maka pengusaha perikanan dapat memperoleh keuntungan, sedangkan apabila harga jual peroduk lebih kecil dari HPP, maka pelaku utama/pengusaha perikanan akan mengalami kerugian.



SUMBER:


Bangs Jr., David H. 1992, “The Market Planing Guide”,USA, Dearborn Publishing Group,inc.
Bygrave,WD. 1994,The Portable MBA in Entrepreneurship.: New York ,John Willy & Sons.
Elia W. E., dan Yulianti Y., 2009. Manajemen Pemasaran - Designing and Managing Value Networks and Channels. Program Pasca Sarjana – Magister Manajemen. Universitas Trisakti, Jakarta.
http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/PERENCANAAN%20USAHA.pdf
http://blog-ilmuonline.blogspot.com/2012/05/jaringan-usaha.html
Hudoyo M.W. dan Razi F., 2009. Modul Penyusunan Aturan Pengelolaan Keuangan Kelompok. Modul Pelatihan pendampingan pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri-KP Tahun 2009. Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Hudoyo M.W. dan Razi F., 2009. Modul Perencanaan Usaha. Modul Pelatihan pendampingan pemberdayaan masyarakat PNPM Mandiri-KP Tahun 2009. Badan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Kotler, Philip. 2005. Manajamen Pemasaran, Jilid 1 dan 2. PT. Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta.
Purnama R. dan Razi F., 2011. Modul Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Pelaku Utama Perikanan. Modul Pelatihan Dasar bagi Penyuluh Perikanan Ahli. Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Razi F., 2014. Pembinaan Manajerial Kelompok; Sebuah Langkah Sederhana, Urgensi dan Efektif. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan – BPSDMKP, Jakarta.

Rabu, 28 Februari 2018

CARA PEMIJAHAN IKAN HIAS ARWANA

PERSIAPAN INDUK
Calon induk berumur 5-6 tahun. Panjang tubuh 60 cm dan bobot sekitar 4 kg. Agar menghasilkan anakan yang murni dan berkualitas, strain kedua calon induk harus sama. Hindari meyatukan ikan berbeda strain dalam satu kolam Syarat lain, calon induk sehat dan bebas penyakit. Ikan cacat bungkuk tidak layak dijadikan induk. Sebab, perut mengerut sehingga kualitas sel telur kurang baik dan mudah mati. Yang juga dihindari sebagai induk ikan bertutup insang tidak menututup sempurna, terutama pada induk jantan. Sebab, ia kesulitan mengerami telur didalam mulut. Cacat lain seperti sungut terputus, ekor patah, atau sisik berdiri masih layak. Sebab, tidak mempengaruhi kualitas telur dan anakan. Hingga saat ini belum ada satu pun penakar yang bisa menentukan jenis kelamin arwana secara akurat. Dari pengamatan bertahun-tahun, beberapa penangkar berpengalaman memberikan beberapa criteria penentuan jenis kelamin.
Arwana jantan: bertubuh lebih panjang dan ramping, kepala besar, mulut agak lebar, dada dan sirip dada lebih panjang, serta sirip punggung menyempit.
Arwana Betina: tubuh lebih pendek, lebar, dan agak gemuk, kepala meruncing dengan mulut lebih kecil, dada dan sirip dada lebih pendek, dan sirip punggung melebar.
Hampir tidak ada pedagang yang menjual induk siap pijah berumur di atas 5 tahun. Kebanyakan calon penakar mendapatkan induk dari hobiis yang bosen dengan arwana dewasa. Karena langka, calon penangkar harus menyiapkan calon induk dari ukuran kecil. Mereka mesti menunggu waktu 4-5 tahun. Keuntungannya, harga lebih murah dan kualitas terjamin. Pembesaran calon induk sebaiknya bertahap. Selain disesuaikan dengan ruang gerak dan aktivitas ikan, cara ini juga mempermudah pemeliharaan dan perawatan. Calon induk berumur dibawah dua tahun, atau panjang dibawah 30-35 cm dipelihara diakuarium 60 cmx 60 cm x 120 cm, atau 80 cm x 70 cm x 150 cm. Setiap akuarium diisi 5- 10 ekor. Yang berukuran lebih besar di pelihara dibak fiber 2 m x 1 m x 1 m hingga berumur 5 tahun. Kepadatan sebuah bak 4 – 5 ekor. Pakan induk arwana berupa kodok, ikan kecil,kelabang, kecoak,dan udang. Ikan segar seperti teri juga bisa diberikan. Sebelum diberikan kepada arwana, kodok yang baru dibeli ditampung dalam bak fiber untuk dicuci bersih. Dosis pakan 1-2 kg/hari/20 induk. Satwa amfibi itu diberikan dengan cara dilempar satu per satu hingga habis tersantap. Pemberian pakan sebaiknya pada sore hari pukul 16.30 agar ikan mau naik ke permukaan untuk menyantap pakan.

PEMIJAHAN DAN PENETASAN
Setiap tahun arwana 2 kali memijah. Namun, jumlah telur dan masa birahi induk mencari pasangan dengan cara saling berkejaran satu dengan yang lain. Pasangan berjodoh akan berenang berduaan dipinggir kolam dan memisahkan diri dari kelompok sampai saat berpijah. Untuk menjaga pasangannya, induk berjodoh akan melawan jika ada induk lain yang mendekat. Jika masa pendekatan selesai, pasangan siap kawin. Namun, proses pemijahan tidak berlangsung begitu saja. Daya rangsang luar seperti curah hujan, suhu, pH, dan kondisi air mengalir akan mempengaruhi induk betina melepas sel telur. Arwana memijah setelah 2-3 hari hujan sehingga suhu air turun menjadi sekitar 27oC. Setelah itu tidak ada hujan selama 2-3 minggu sampai suhu air meningkat menjadi 29oC. Begitu betina mengeluarkan telur, jantan segera menyemprotkan sperma. Proses itu berlangsung di dasar kolam selama 20-30 menit. Telur di buahi akan diambil dan disimpan di dalam mulut si jantan. Induk betina akan menjaga dan melindungi jantan dari gangguan di sekitarnya. Proses pemijahan hingga pembuahan berlangsung 3 bulan. Sedangkan masa pengeraman di dalam mulut 40-41 hari. Selama itulah induk jantan berpuasa. Ukuran mulut jantan menjadi lebih besar dan rahang bawah menggelembung. Hingga menetas larva tetap tersimpan dalam mulut induk jantan. Setelah mampu berenang pada umur sekitar 2 minggu, larva dimuntahkan keluar dari mulut si jantan. Jika ini dibiarkan larva yang baru menetas dapat dimakan kembali oleh si induk atau di mangsa arwana lain. Karena itu larva perlu di panen paksa sebelum masa pengeraman berakhir.

Produktivitas
Induk yang produktif setelah berumur 4 tahun. Perbandingan jantan dan betina 1 : 1. Induk yang dipakai biasanya berasal dari alam (parent stock) atau dari anakan F I. Tanda – tanda induk yang berjodoh akan berenang berduaan dan memisahkan diri dari kelompok sampai saatnya berpijah. Arwana bukanlah ikan yang prolific (banyak telur).Itulah sebabnya ikan ini termasuk yang dikhawatirkan punah, setiap tahun seekor induk rata – rata hanya menghasilkan anak 30 ekor.Pernah mencapai 60 ekor/induk/tahun tetapi kasus tersebut umumnya sangat jarang.
Untuk menghitung produktivitas induk arwana sebenarnya tidaklah sulit. Jika seekor induk betina hanya mampu menghasilkan 40 – 60 butir telur setahun, maka sejalan dengansurvival rate pada setiap stadium, maka setelah 3 bulan hanya tersisa 6 – 27 ekor anakan arwana yang siap dilepas kepasaran.

Sumber :
Suharyadi, 2011. Budidaya Ikan Arwana. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Nomor: 007/TAK/BPSDMKP/2011. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan BPSDMKP.
Effendi,I. 2004. Pengantar Akuakultur. PT Penebar Swadaya. Depok
Emiliana, 2003. Arwna si Ikan Naga. Agromedia pustaka. Jakarta
Budi,E.K. 2009. Ensiklopedia popular ikan air tawar. Lily publisher. Yogyakarta
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. budidaya perikanan arwana merah. Diambil pada tanggal 20 november 2011 dari http://www.warintekjogja.com/warintek/ warintekjogja/warintek_v3/datadigital /bk/arwana.pdf
Susanto, H. 2001. Arwana. Penebar swadaya. Jakarta.
Trubus. 2002. Panduan praktis tangkarkan arwana kualitas ekspor. Majalah trubus. Jakarta

Kamis, 22 Februari 2018

IKAN ARWANA, KOMODITAS YANG MENGUNTUNGKAN

MENGENAL IKAN ARWANA

KLASIFIKASI DAN TOKSONOMI IKAN ARWANA
Arwana atau Arowana (familia Osteoglossidae) merupakan ikan air tawar purba yang tersebar di seluruh dunia, mulai dari Afrika, Asia Tenggara, Australia hingga Amerika Selatan. Studi genetik dan temuan fosil menunjukkan, ikan ini setidaknya telah hidup di bumi sejak 220 juta tahun yang lalu.

Menurut sistematika ilmu taksonomi (identifikasi organism berdasarkan kelasnya) ternyata arwana tidak hanya digolongkan dalam satu genus. Ada empat genus yang dikenal tetapi yang lazim dan banyak diperdagangkan hanya dua genus yaitu Scleropages dan Osteoglossum. Sementara itu arwana asia sering disebut ikan naga, ikan kayangan atau ikan siluk karena berasal dari genus Scleopages. Berikut adalah klasifikasi ikan arwana:
Filum               : Chordata
Subfilum          : Vertebrata
Kelas                : Pisces
Sub Kelas         : Teleostei
Ordo                : Malacopterygii
Famili              : Osteoglossidae (Bonytongues)
Genus              : 1. Arapaima Spesies : Arapaima gigas (giant arwana)
  2. Osteoglossum Spesies : Osteoglossum bicirrbosum
      Spesies : Osteoglossum ferreirai
  3. Scleropages Spesies : Scleropages formosus
      Spesies : Scleropages guntberi
      Spesies : Scleropages Leicbardti
      Spesies : Scleropages Jardini
  4. Clupisudis Spesies : Clupisudis nilot/Heterotis Nilotic (nile arowana)

Secara morfologis (ciri-ciri fisik),badan dan kepala arwana agak padat. Tubuhnya pipih dan punggungnya datar, hampir lurus dari mulut hingga sirip punggung. Garis lateral atau gurat sisi yang terletak di samping kiri dan kanan tubuh arwana panjangnya antara 20-24 cm. bentuk mulutnya mengarah keatas dan mempunyai sepasang sungut pada bibir bawah. Ukuran mulutnya lebar dan rahangnya cukup kokoh.Giginya berjumlah 15-17.Bagian insangnya di lengkapi dengan penutup insang. Letak sirip punggungnya berdekatan dengan pangkal sirip ekor (caudal). Sirip anusnya lebih panjang dari pada sirip punggung (dorsal), hampir mencapai sirip perut (ventral).Panjang arwana arwana dewasa sangat variatif, antara 30-80 cm.
Sisiknya berukuran besar dan permukaanya mengkilap. Bentuk sisiknya berupa cycloid atau melingkar.Warnanya sangat variatif, antara lain perak, hitam, emas, dan merah. Untuk lebih gampangnya, banyak yang memberi nama arwana berdasarkan warna sisiknya, misalnya arwana hijau (green arowana), arwana hitam (black arowana), arwana perak (silver arowana), arwana kuning (golden arwana), dan arwana merah (red arwana). Arwana merah di bagi lagi menjadi tiga jenis, yakni merah biasa (red banjar), merah kuning (golden red) dan sangat merah (super red).


Gambar 1.Ciri-ciri fisik arwana.

JENIS ARWANA DAN NEGARA ASALNYA

a. Arwana Asia
Disebut sebagai ikan arwana asia karena terdapat di Asia Tenggara. Ada 4 katagori, yaitu Indonesian Red Arwana, Indonesia Red Tail Golden Arwana, Malaysian Golden Arwana,dan Green Arwana. Sebenarnyan mereka satu jenis, hanya varietas atau varian warna tubuhnya saja berbeda.Ciri khas ikan ini adalah adanya satu pasang sungut (barbel), bersisik besar dan dapat tumbuh sampai 90 cm. Ikan arowana muda memakan serangga, sedangkan yang dewasa memakan ikan. Arwana merupakan jenis pengeram telur di mulut dengan jumlah anak sekitsr 50 ekor. Waktu minimal penggadaan populasi sekitar 4,5 – 14 tahun.


Gambar 2.Scleropages formosus


c. Arwana Australia
Ukuran maksimal sekitar 1 meter. Pernah dilaporkan mempunyei berat sekitar 12,5 kg, hidup di air menggenang, di anak-anak sungai dan rawa-rawa hutan. Seperti arowana lain, jenis ini juga hidup di prmukaan sungai dekat vegetasi air. Ikan territorial,agresif terhadap ikan lain. Musim kawin saat musim hujan dengan suhu sekitar 30oC. Ikan ini mengerami anaknya di mulut.Jumlah telur sekitar 30-130 ekor.


Gambar 3. Scleropages jardini

d. Arwana Brazil Silver
Mempunyai ukuran maksimal 1,2 meter, berwarna keperakkan (silver) dan sirip-sirip cerah kemerahan. Distribusi dan habitat dialam terdapat di Sungai Amazone, Rupununi dan Oyapock di Amerika Selatan.Hidup di air menggenang, di anak-anak sungai. Hidup dipermukaan sungai dekat vegetasi air, ikan territorial,agresif terhadap ikan lain. Ikan ini adalah kelompok predator yang menyerap ikan, udang,reptile,mamalia air,dan serangga dengan melompat keluar air.


Gambar 4. Anakan Osteoglossum bicirrhosum

e. Arwana Brazil Black
Dapat tumbuh sampai 1 meter, berwarna keperakkan (Silver) dengan sirip kehitaman.Saat kecil mempunyai gelembung hitam seperti kutil yang di bawah tutup insangnya.Hidup di Sungai Negro di Amerika Selatan.Hidup di air menggenang, sering ada dipermukaan sungai dekat vegetasi air. Ikan territorial, agresif terhadap ikan lain. Ikan predator yang memakan ikan, udang serta serangga yang ditangkap dengan cara melompat keluar dari air.

f. Arwana Aureus
Terdapat di Indonesia dan layak disebut sebagai ikan arwana Indonesia.Ikan ini baru ditemukan pada 2003 oleh beberapa ahli ikan dari luar dan dalam negeri. Anak ikan yang ada didalam mulut induknya bisa mencapai 100 ekor.

Sumber :
Suharyadi, 2011. Budidaya Ikan Arwana. Materi Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Nomor: 007/TAK/BPSDMKP/2011. Pusat Penyuluhan Kelautan dan Perikanan BPSDMKP.

DAFTAR PUSTAKA:
Effendi,I. 2004. Pengantar Akuakultur. PT Penebar Swadaya. Depok
Emiliana, 2003. Arwna si Ikan Naga. Agromedia pustaka. Jakarta
Budi,E.K. 2009. Ensiklopedia popular ikan air tawar. Lily publisher. Yogyakarta
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. budidaya perikanan arwana merah. Diambil pada tanggal 20 november 2011 dari http://www.warintekjogja.com/warintek/ warintekjogja/warintek_v3/datadigital /bk/arwana.pdf
Susanto, H. 2001. Arwana. Penebar swadaya. Jakarta.
Trubus. 2002. Panduan praktis tangkarkan arwana kualitas ekspor. Majalah trubus. Jakarta

Rabu, 07 Februari 2018

BUDIDAYA IKAN KOI



Sejarah Ikan Koi masuk ke Indonesia
Ikan Koi (Cyprinus carpio) merupakan salah satu jenis ikan hias yang paling banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, nama ikan koi berasal dari bahasa jepang yaitu yang berati ikan karper, habitatnya adalah air tawar. ada dua versi ikan koi masuk Indonesia, pertama disebutkan ikan ini masuk indonesia tahun 1991 dan ada yang mengatakan ikan koi masuk indonesia pada tahun 1981-1982.

Seleksi Induk
Sortir induk ikan koi yang sudah matang gonad dan memiliki ukuran tubuh besar dalam kelompok. Matang  gonad yaitu induk jantan sudah menghasilkan sperma dan induk betina sudah menghasilkan sel telur matang.

Fisiknya tidak sakit, tidak cacat, sirip dan sisik harus sempurna. Gerakan lincah, seimbang, minimal umur jantan dua tahun, untuk betina minimal 3 tahun, jantan lebih kecil dari pada betina, perut betina lebih besar dibandingkan dengan punggungnya. perut jantan lebih langsing dan terlihat lebih rata. Pada sirip induk jantan yang sudah siap kawin akan muncul bintik-bintik warna putih.

Syarat Kolam Pemijahan Koi
Kolam pemijahan ikan koi harus steril dan dilakukan sanitasi sebelum diisi air,mempunyai pintu masuk dan pintu keluar air tersendiri (outet-inlet) . Seluruh kolam harus diplester. Luas kolam pemijahan bisa bervariasi. Untuk kolam sempit boleh seluas 3-6 m2 dengan kedalaman 0,5 m. Lokasi kolam harus dapat sinar matahari dengan cukup, tidak ditempat terlalu berisik, jauh dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan.


Sediakan pula kolam penetasan telur dan perawatan larva. Kolam penetasan bentuknya bisa bulat atau persegi panjang. jika bulat buatlah diameter 1,5 sampai 2 m. jika adaTambah satu kolam lagi untuk menumbuhkan pakan alami dipakai untuk mensuplai pakan benih jika kuning telurnya telah habis. Kedalaman kolam sekitar 30 cm. Ukuran kolam antara 6-10 m2.

Dinding kolam bisa dilapisi dengan vinil yaitu bahan yang biasa untuk membuat bak fiberglass, Dengan lapisan vinil, kolam/wadah lebih tersebut lebih terjaga kebersihannya dan bisa menghilangkan efek semen.

Persiapan Kolam/wadah
Pengeringan kolam harus terkena sinar matahari yang terik, pada pintu masuk harus dipasang saringan, gunanya untuk mencegah hanyutnya telur. Biasanya ikan koi akan bertelur di bawah tanaman atau bahan apa saja yang bisa di gunakan untuk menempelkan telur. Oleh karena itu sediakan penempel telur yang memadai agar telur ikan koi bisa menetas dengan maksimal.

Untuk menempelkan telur gunakan kakaban, Kakaban dibuat dari ijuk yang dijepit dengan bilah bambu dan diikat dengan tali. Kakaban yang baik terbuat dari ijuk dengan, dan panjang 120 cm lebar 40 cm. banyaknya penggunaan kakaban harus disesuaikan dengan besar induk betina, 4-6 buah untuk setiap induk betina yang beratnya 1 kg.

Agar bisa mengapung, kakaban disusun di atas sepotong bambu yang masih utuh atau bisa juga menggunakan bahan pengapung lainnya. Berikan juga bilah bambu di atas kakaban agar kumpulan kakaban tidak tercerai-berai ketika pasangan induk memijah. Sebelum dipasang, kakaban diseterilkan terlebih dahulu, dicuci, dan dibilas agar terbebas dari lumpur dan jamur.

Kakaban dipasang setelah kolam dimasukkan air. Untuk merangasang pasangan koi memijah buatlah air selalu mengalir, bisa juga menggunakan sanyo. jika kesulitan untuk mendapatkan kakaban, maka alternatif yang bisa digunakan adalah dengan memamfaatkan tanaman air seperti Hydrilla disusun, atau bisa juga potongan tali rafia sebagai pengganti ijuk.

Pelaksanaan Pemijahan
Induk dimasukkan kira-kira jam 16.00 dan akan mulai memijah pada saat tengah malam tiba. Induk betina akan berenang mengelilingi kolam dengan diikuti induk jantan di belakangnya. Induk jantan menempelkan badannya pada saat mengikuti induk betina. Pada puncaknya, induk betina akan mengeluarkan telur dengan sesekali meloncat ke udara. gerak betina ini segera diikuti jantan dengan mengeluarkan cairan sperma.

Telur yang terkena sperma akan menempel pada kakaban. Ada juga sebagian telur jatuh ke dasar kolam. Perkawinan akan diakhiri pada saat pagi tiba. Segera Induk dipisahkan dari telurnya. Jika terlambat maka telur akan dilahap oleh induknya. Pemisahan induk bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, dengan mengangkat induk dari kolam pemijahan dan tetap membiarkan telur menetas di kolam tersebut, cara yang kedua dengan memindah telur ke kolam yang lain atau kolam penetasan. Cara pertama lebih baik karena lebih menghemat pemakaian  kolam


Cara mencegah telur agar tidak terserang jamur, telur-telur tersebut direndam dulu dalam larutan Malachyt green dengan konsentrasi 1/300.000 selama durasi waktu 15 menit sebelum ditaruh dalam kolam penetasan. pada saat akan merendamkan telur-telur ini, sebaiknya kakaban digoyang-goyangkan pada air supaya kotoran-kotoran yang menutupi telur bisa terlepas.

Daftar Pustaka:
Amri dan Khairuman. 2003. Budidaya Ikan Nila Secara Intensif. Agromedia Pustaka. Jakarta.
http://www.superperikanan.com/2017/04/pembesaran-ikan-nila.html



Kamis, 04 Januari 2018

KIAT SUKSES BUDIDAYA IKAN NILA DI KOLAM TERPAL

Ikan nila masuk ke dalam kategori salah satu ikan konsumsi air tawar yang paling digemari oleh masyarakat.

Dengan seiring bergulirnya waktu pertumbuhan angka permintaan terhadap ikan air tawar semakin hari semakin meningkat, mengingat saat ini masyarakat yang tertarik berkecipung dalam dunia bisnis budidaya ikan nila masih sangat miris.
Hal ini terlihat di pasaran, di mana bunyi dia ikan nila masih jauh dari angka yang diharapkan.
Sebenarnya budidaya ikan nila bukanlah perkara yang tidak mungkin dilakukan, apalagi Impossible.
Pesatnya pertumbuhan zaman membuat setiap handai taulan yang hendak mencicipi usaha budidaya ikan nila khususnya dalam kolam terpal semakin mudah saja.
Pasalnya, akhir-akhir ini tidak sedikit informasi yang berkembang terkait cara budidaya ikan nila dalam kolam terpal.
Baiklah jangan khawatir, pada kali ini kami hadir secara khusus memberikan trik dan kiat sukses pembesaran ikan nila dalam kolam terpal.

kami berharap Anda membacanya dengan tidak melompat-lompat bertujuan agar teman-teman bisa mendapatkan pengetahuan sepenuhnya.
Okay, Mari ikuti kiat sukses budidaya ikan nila dalam kolam terpal.
1. Habitat dan kebiasaan hidup
Ikan nila dan menjahir masuk ke dalam satu famili, biasanya kan ini menghuni perairan air tawar, seperti danau, sungai, rawa-rawa dan bahkan perairan payau.
Lantaran toleransinya yang sangat luas maka ikan ini mampu bertahan hidup pada kondisi air yang bersalinitas,  seperti ditambah.
Ika  ini bisa bertahan pada salinitas 0-35 ppt, (part per  thausand) Namun demikian ikan nila masih bisa bertahan hidup pada salinitas 31-35 ppt, akan tetapi pola pertumbuhannya cenderung melambat.
Selain itu, pH yang cocok ialah 6-8,5 Kendati demikian pertumbuhannya akan bagus pada pH 7-8, nilai ph yang masih bisa ditolerir oleh ikan nila ialah 5-11.
Untuk pertumbuhan suhu yang optimal untuk ikan nila dan mujair antara 25 sampai 30 derajat Celcius.

Untuk pertumbuhan, suhu yang optimal untuk ikan nila dan mujair 25°C hingga 30°C. Pada kisaran suhu 20°c ikan nila masih bisa memijah, begitu juga pada suhu 37°C.

Ikan nila dan mujair akan terganggu bila suhu turun hingga 14 °C serta naik melebihi 38°C, namun ikan nila akan mati jika berada pada suhu 6°C dan 42° C.
Mengacu pada hal itu, ikan nila dan ikan mujair sangat cocok bila dibudidayakan di dataran rendah sampai pada batas ketinggian 1000 m dpl (di atas permukaan laut).

Di negara Afrika ikan nila hingga saat ini masih saja dibudidayakan pada ketinggian diatas 1000 m dpl, namun jumlah produksi maksimal (5 ton/ha/tahun) dicapai hanya pada ketinggian beberapa meter dpl.
Ikan nila masih mampu bertahan hidup pada kondisi oksigen yang minim, kurang dari 3 ppm (part per milion) Oleh sebab itu, Nila bisa dipelihara di kolam tadah hujan serta air tergenang lainnya yang tingkat oksigennya kurang, termasuk juga di dalam kolam terpal, guna menunjang pertumbuhan yang maksimal ikan nila membutuhkan oksigen minimal 3 ppm.
Tak hanya itu, ikan nila bisa hidup pada air yang memiliki kedalaman tinggi,  seperti danau, kolam sempit, rawa rawa, sawah,  Tambak air payau serta juga keramba jaring apung (KJA) di laut.
2. Makanan dan kebiasaan makan
Di alam ikan nila nila biasanya memakan ikan nila nila biasanya memakan plankton,  tumbuhan tumbuhan lunak, misalnya hidrila, klekap serta ganggang sutra.

Berhubungan dengan hal itu, maka ikan nila dikelompokkan ke dalam jenis ikan pemakan segalanya (Omnivora).
Untuk pemeliharaannya, ikan nila diberikan pakan pelet dengan kandungan protein antara 20-25 persen, agar mampu tumbuh dengan optimal.
Ikan peliharaan yang diberikan makanan berupa dedak halus, tepung bungkil, ampas kelapa dan sebagainya juga bisa tumbuh dengan optimal.

Guna memacu pertumbuhan ikan nila, Kami menyarankan kepada teman-teman untuk memberikan makan yang kandungan proteinnya 25-35 %.
Menurut sebuah penelitian, dalam khusus ikan nila ditemukan jasad yang bervariasi, seperti, Oligochaeta, Soelastrum, Scenedesmus, Dictiita, larva chironomus, dan sebagainya.

Ikan nila yang masih kecil suka memakan zooplankton, seperti Copepoda, dan juga Clodecora.
Nila dewasa mempunyai kemampuan mengumpulkan makanan pada perairan dengan memanfaatkan bantuan mucus (lendir) yang ada dalam mulutnya.
Makanan yang telah dikumpulkan itu akan membentuk gumpalan partikel hingga tak akan mudah keluar dari mulut.

Ikan-ikan berukuran kecil pada perairan alami mencari makan di daerah perairan yang dangkal, sementara itu untuk ikan yang besar biasanya cenderung mencari makanan di daerah perairan yang dalam.

3. Kebiasaan berkembang biak

Cara alami, di alam ikan nila memijah Setelah turun hujan, sejak memasuki umur 4 bulan ikan nila telah siap untuk memijah, hingga muncul istilah bawa ikan nila Sangat gemar melakukan pemijahan.

Biasanya induk jantan akan membuat sarang menyerupai cekungan pada dasar perairan dengan diameternya sekira 30-35 cm,  selanjutnya induk jantan akan menjemput pasangan betinanya untuk masuk ke dalam sarang yang telah dibuatnya tadi.

Telur ikan nila akan membentuk bulat serta berwarna kekuningan dengan ukuran diameter sekira 2,8 mm. Nila akan menghasilkan telur sebanyak 250 hingga 1500 butir telur dalam sekali memijah.

Induk betina akan mengerami telur di dalam mulutnya selama kurun waktu 6-7 hari.

Selama masa pengeraman telur induk Nila betina akan terlihat sangat kurus lantaran minimnya kesempatan untuk makan, ketika telur menetas Larva nila masih memiliki kuning telur (yolk sack) serta masih bertahan dalam mulut induk betina.

Setelah 4-5 hari kuning telur akan habis terserap dan Larva sudah bisa berenang keluar dari mulut induknya, tapi karena masih lemah hingga masih selalu diawasi oleh induk.

4. Lokasi untuk kolam terpal

Di atas kami telah menyinggung Mawa kolam terpal adalah satu diantara banyak alternatif teknologi budidaya ikan termasuk juga budidaya ikan nila.

Banyak keunggulan dari budidaya ikan dengan memanfaatkan terpal, salah satunya bisa dilakukan pada lahan yang sempit.

Lahan yang minim air terutama daerah yang kondisi lahan yang minim air terutama daerah yang kondisi lahan yang Minim air terutama daerah yang kondisi canggihnya tanahnya lahan yang Minim air terutama daerah yang kondisi tekstur tanah lempung berpasir.

Budidaya dalam kolam terpal merupakan salah satu langkah untuk mengatasi kritisnya lahan yang tersedia terutama di daerah yang padat penduduk seperti kota.

Kolam terpal tidak sama dengan kolam konvensional (kolam air mengalir dan kolam air deras) yang pembangunan yang harus dilakukan pada lokasi yang ideal.


Untuk budidaya dalam kolam terpal, sumber airnya tidak harus berasal dari sumber air utama yang dikenal dalam sistem di daya ikan secara konvensional, seperti Waduk, Sungai, Rawa serta danau.

Kolam terpal pertama kali dikembangkan oleh Pak Mujarob yaitu pada tahun 1999,  sistem budidaya dalam kolam terpal berkembang hingga menyentuh daerah-daerah pelosok seperti Gunung Kidul.

3. Pertimbangan teknis

Kolam terpal cocok dibangun di berbagai lokasi, termasuk juga bekas garasi, halaman rumah, dan bekas kantor, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diperhatikan dalam membuat kolam terpal:

A. Sumber air

Sumber air berupa semur, air hujan yang ditampung, air PAM dan juga air lain yang cocok digunakan. Akan lebih baik bila kolam terpal ada masukan air dari sungai, Waduk serta irigasi.

B. Ketinggian lokasi 

Perlu diingat sama-sama bahwa ketinggian lokasi ini erat kaitannya dengan suhu air, untuk budidaya ikan nila ketinggian air yang cocok ialah 0-500 m DPL (di atas permukann laut).

C. Ukuran kolam

Untuk ukuran wadah pemeliharaan perlu dipertimbangkan terkait dengan kedalaman air di dalam kolam contohnya benih ikan nila cocok dibudidayakan dengan kedalaman air sekira 50 sampai 50 cm cukup dibuat wadahnya dengan ketinggian sekira 60 cm.


Untuk jenis usaha pembesaran yang memakai benih berukuran 20 sampai 30 gram per ekor ekor ekor maka kedalaman yang dibutuhkan sekira 120 cm.

D. Kerangka yang digunakan dan dasar tanah

Untuk peletakan kolam dasar tanah yang digunakan haruslah datar, hal yang sama juga berlaku untuk kerangka agar tidak menggunakan dari bahan yang tajam sebab bisa merusak kolam terpal anda.

C. penanganan limbah air kolam

Khusus kolam yang dibangun di daerah perkampungan hendaknya Anda memikirkan terkait penanganan limbah kolam maka perlu dibangun tempat penampungan untuk buangan air limbah sehingga air limbah hasil pemeliharaan ikan diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan umum.

Namun demikian  Anda bisa membuat saluran pembuangan ini secara permanen yaitu yang menghubungkan antara kolam budidaya dan sungai.

4. Membuat kolam terpal

Barangkali kita sudah sama-sama tahu kolam terpal adalah kolam yang terbuat keseluruhannya dari bahan terpal mulai dari bagian dasar hingga sisi-sisi dindingnya menggunakan bahan utamanya adalah kipas berbentuk namun dengan kerangka dari bambu kayu besi atau pipa ledeng.

Pra pemasukan air ke dalam kolam



1. Kolam harus dikeringkan terebih dahulu

2. kondisi kolam juga harus bersih dan seteril guna menhindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti ada patogen dan bakteri yang tinggal di dalam kolam

5. Persiapan air

Ok teman-teman sekalian yang saya muliakan, jika sudah selesai membuat kolamnya, sekarang kita masuk ke tahap persiapan air.

Air adalah media terpenting yang kita gunakan dalam usaha budidaya ikan, oleh karenanya persiapan air harus benar-benar matang.


Syarat air untuk ikan nila



1. Air yang hendak dimasukkan ke dalam kolam haruslah bersih dan terbebas dari patogen

2. seterilisasi air dilakukan 3 hari sebelum tebar benih
3. Pengisian air sebaiknya 60-75 cm saja.
4. pH air yang baik untuk ikan nila 6-7,5, di atas atau dibawah standar itu ikan nila juga masih bisa hidup, namun pertumbuhannya terganggu.
5. Suhu optimal untuk pertumbuhan ikan nila adalah 25-30

6. Penebaran benih ikan nila



Setelah persiapan air semuanya selesai dilakukan, kini saatnya kita menebar benih ikan nila:


1. Jumlah padat tebar yang baik untuk ikan nila adalah 15-30 ekor/m2, dengan ukuran benih 10-10 gram dalam satu kilo
2. Sebelum bibit dilepaskan ke perairan ada baiknya di-aklimatisasi (penyesuaian dengan lingkungan) terlebih dahulu, ini bertujuan untuk menekan angka kematian karena ikan stres.

7. Manajemen pakan

Dalam urusan budidaya ikan, manajemen pakan mengambil andil yang besar untuk panen sesuai target, selain itu, manajemen pakan yang buruk juga akan mengundang petaka baru untuk budidaya ikan, misalnya, pemberian pakan yang berlebihan akan menumpuk di dasar kolam, lantaran tidak habis dimakan oleh ikan. Hal ini akan mudah terjangkit penyakit bagi si ikan.


Budidaya ikan, pengerluaran terbesar ada di pakannya, ya lebih bari 50 persen uang yang dikelaurkan dalam sekali produksi ikan adalah untuk membeli pakan, oleh karena menej-lah pakan dengan baik. Berikan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20-30%.

Ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% perhari dari ukuran tubuhnya.

Kapan pakan diberikan?

Terkait hal ini memang masih banyak yang belum paham, dan ditambah lagi dengan banyaknya referensi yang bertebaran di jagat maya, hal itu akan membuat para petani pusing, khususnya para pemula.

Maka oleh demikian, berikan pakan 2 klai saja perhari, yakni pagi dan sore hari. Untuk membuat teman-teman lebih mudah dalam menentukan jumlah pakan, lakukan sampling ikan setiap 2 miggu sekali.

Saya sudah menghitungnya,  lalu apa yang saya lakukan?

Nah, langkah selanjutnya adalah menghitung jumlah pakan yang akan diberikan pasca sampling;

Misalnya; anda menebar ikan sebanyak 1500 ekor ikan nila dalam satu kolam dengan ukuran 10-20 gram/ekor.

Rata-rata bobot ikan adalah (10+20)/2 = 15 gram/ekor.
Perhitungan pakan adalah 15 x 1500 x 3% = 675 gram = 6,75 kg setiap hari.

Dan juga seterusnya, anda harus cek ikan setiap dua minggu sekali untuk bisa menentukan pakan minggu berikutnya.

8. Pencegahan hama dan penyakit

Hama


Hama merupakan hewan yang mengganggu bagi hewan peliharaan atau tanaman sehingga pertumbuhan dan perkembangannya terganggu.

Bagi pembudidaya ikan hama sudah menjadi hal yang biasa, itu merupakan bagian dari tahap budidaya, biasa burung-burung akan mendekati kolam ikan nila, maka perlu pengendalian yang tepat, untuk budidaya dalam kolam terpal bisa anda sesuaikan sendiri cara mengendalikan hama, pasalnya budidaya dalam kolam terpal biasanya tidak terlalu luas.

Namun jika sedah terlalu luas anda juga bisa memasang BSD (Bird Scurity device), dan untuk jenis hewan melata bisa dipasangin jaring seperti  penggunaan tambak udang vannamei

penyakit

Penyakit hingga saat ini masih  menjadi momok yang menakutkan bagi pembudidaya ikan, salah satu jenis penyakit infeksi yang menular itu harus betul-betul ditangani.

Penyebab terjangkitnya penyakit pada ikan

Lingkungan
Limgkungan memang menjadi tiik utama terjangkit penyakit pada ikan, maka dengan karena itu, sangat disarankan untuk menjaga ke-seterilisasi-an lingkkungan. Lingkungan harus terjaga agar tidak ada benih-benih pneyakit

Vektor
Vektor adalah jenis burung yang membawa benih penyakit dari tempat lain ke dalam kolam agan, makanya perlu pencegahan seperti penggunaan bsd pada udang vannamei.
Pada benih ikan sendiri
Sebaiknya saya sarankan agar agan mencari bibit ikan nila yang SPF (Spesifik Patogen Free) memang agak susah mencari bibit ikan yang bebas patogen, soalnya itu akan sangat susah dikenali, agan haru memakai microskop untuk melihat patogen.

Pemanenan ikan nila
parsial
panen parsial adalah panen sebagian, biasanya petani melakukan panen parsial sebanyak dua kali, atau biasa dikenal dengan pancung, hehehehehehe.
Panen total
Panen total adalah panen seluruhnya, biasanya panen total akan dilakukan setelah ikan memasuki umur yang telah ditergetkan, untuk ikan nila sendiri akan dipanen untuk untuk pasar domestik berkisar 300-500 gram/ekor.
Untuk memelihara ikan nila dari ukuran 10-20 gram hingga menjadi 300-500 gram dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan.

Daftar Pustaka:
Amri dan Khairuman. 2003. Budidaya Ikan Nila Secara Intensif. Agromedia Pustaka. Jakarta.
http://www.superperikanan.com/2017/04/Budidaya-ikan-nila.html



Selasa, 02 Januari 2018

TEKNIK PEMELIHARAAN IKAN KOI


Ikan koi merupakan ikan yang berwarna-warni dan sering kita jumpai berada di dalam kolam di tempat-tempat perbelanjaan dan restaurant. Dalam beberapa waktu terakhir, ikan ini banyak sekali digemari karena warnanya yang indah dan banyak juga mulai dijadikan hewan peliharaan di rumah. Jika anda tertarik untuk memelihara ikan koi, janganlah khawatir karena memelihara ikan koi tidaklah susah.
1. Kolam ikan koi dapat terbuat dari beberapa macam bahan yang berbeda. Anda dapat membuat kolam ikan koi dengan bantuan dari ahli bangunan di dekat anda. Untuk membuat kolam ikan koi, kita harus membangun kolam dengan kedalaman sekitar 1 meter yang mampu menampung air sebanyak 1100 liter air untuk setiap ikannya. Jika anda ingin memelihara lebih dari 1 ikan, maka anda perlu membangun kolam dengan ukuran yang lebih besar.1. Memilih Kolam yang Tepat
2. Memberi Makan Ikan Sesuai Kondisi
Dalam memberikan makan kepada ikan koi, kita harus  memperhatikan beberapa kondisi seperti suhu kolam, ukuran ikan, dan beri makan dengan jumlah yang sedikit karena saluran pencernaan ikan koi yang pendek. Dengan mengetahui kondisi ikan, kita bisa memberi makanan dalam jumlah yang tepat dan mencegah ikan kelebihan makanan. Jika ikan kelebihan makanan, maka ikan akan lebih beresiko mengalami gangguan kesehatan dan bahkan bisa mengancam nyawanya.
3. Menjaga Kesegaran Air Kolam
Selalu pastikan bahwa kolam ikan koi cukup luas untuk secara natural dapat dialiri udara, dipompa, dan di saring sehingga dapat membuat air kolam selalu segar. Anda dapat menambahkan bahan yang dapat menjaga air tetap segar dan beba dari hama. Bahan kimia ini dapat anda dapatkan di petshop, dan pastikan bahan kimia tersebut aman untuk ikan anda.
4. Selalu Memastikan Kesehatan Ikan Koi
Ikan koi yang ada sekarang cenderung memiliki sistem imun yang lemah. Ketika anda memberi makan kepada ikan anda, anda dapat sekaligus mengamati keadaan ikan anda. Perhatikan apakah ikan anda mengalami kelelahan, hilang nafsu makan, dan cenderung menyendiri dari ikan lainnya. Beberapa hal yang dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ikan anda adalah infeksi bakteri jika ikan anda mengalami luka. Untuk mencegah ini, anda harus memastikan bahwa air kolam ikan tetapbesih dan segar. Jika ikan anda sakit, segera pisahkan dia dari ikan-ikan yang sehat lainnya. Dan jika keadaan ikan tidak membaik, anda dapat membawanya ke dokter hewan terdekat.
5. Memberikan Pellet Ikan yang Berkualitas
Selain makanan dasar, ikan koi juga membutuhkan tambahan makanan seperti pellet ikan yang mengandung protein tinggi. Pellet ikan yang dapat anda berikan adalah pellet yang mengandung protein lebih dari 30 persen dan kandungan lemak sekitar 5 persen. Sebelum membeli pellet ikan, pastikan anda membaca kandungan nutrisi yang ada di dalamnya, dan sesuaikan dengan kebutuhan dari ikan koi anda. Pellet ikan ini dapat anda temukan dengan mudah di petshop terdekat.
6. Merendam Pellet Di Dalam Air Kolam
Sebelum memberi pellet ikan kepada ikan koi, rendam terlebih dahulu pellet ikan tersebut di dalam air kolam sekitar 30 detik hingga 1 menit. Hal ini dapat membuat pellet menjadi lebiih aman dan mudah untuk dicerna oleh ikan. Pellet yang kering dapat mengembang di saluran cerna ikan dan dapat menyebabkan resiko saluran cerna tersumbat dan mengancam nyawa ikan.
ads
7. Menyediakan Tanaman Alami Kolam
Selain mendapat nutrisi dari makanan yang kita berikan, beberapa nutrisi untuk ikan juga dapat berasal dari tanaman alami yang tumbuh di sekitar kolam. Beberapa tanaman tersebut adalah alga dan juga duckweed. Selain itu kita juga dapat memberikan potongan sayuran seperti kacang polong, wortel, bayam, selada yang dapat menjadi suplemen tambahan bagi ikan koi.
8. Memberikan Udang Di Beberapa Waktu
Cara Memelihara Ikan Koi Untuk Pemula lainnya adalah memberi makan udang. Selain nutrisi yang didapatkan dari makanan sehari-hari, ikan koi juga memerlukan asupan protein yang lebih. Tambahan protein untuk ikan ini dapat kita berikan dalam bentuk udang beku. Selain itu kita juga dapat memberikan potongan kecil ikan sebagai tambahan protein. Meskipun demikian, pemberian ini dilakukan jangan terlalu sering melainkan hanya beberapa waktu saja.
9. Memberikan Makanan yang Dapat Mencerahkan Warna Ikan
Karena ikan koi terkenal akan warna kulitnya yang indah, ktia dapat memberi makanan yang dapat mencerahkan warna ikan. Makanan yang dapat diberikan sebagai contoh adalah spirulina, udang, atau krill. Makanan-makanan ini telah dikenal secara luas dapat mencerahkan warna dari kulit ikan koi.
10. Memberi Ikan Koi Makanan Hidup
Di alam, ikan koi memperoleh makanan dari hewan kecil yang hidup. Untuk itu kita juga dapat memberi ikan koi makanan hidup seperti larva serangga, cacing, dan tanaman algae. Makanan-makanan ini dapat menjadi sumber nutrisi dasar, vitamin, dan mineral bagi ikan koi.
11. Mengetahui Umur Koi
Dalam menentukan jumlah makanan bagi ikan koi, kita perlu mengetahui usia, panjang, serta berat dari ikan koi yang kita peliahara. Untuk itu ketika kita membeli ikan koi, kita perlu mengetaui berapa usia ikan saat itu dan terus catat perkembangan usia ikan yang kita miliki dari waktu ke waktu.
12. Mengukur Suhu Air Kolam

Jumlah makanan dan frekuensi pemberian makan untuk ikan koi juga tergantung kepada suhu air kolam. Perubahan suhu air dapat mempengaruhi metabolisme ikan sehingga dapat merubah kebiasaan makan dari ikan. Semakin tinggi suhu kolam, maka metabolisme ikan akan semakin meningkat dan jumlah makanan serta frekuensi pemberian makan dapat dditurunkan. Begitu juga dengan sebaliknya.
13. Memberi Makan Ikan Dalam Jumlah yang Sedikit
Dengan memperhitungkan kebutuhan makanan dari ikan, kita dapat menentukan berapa jumlah makanan yang dapat kita berikan untuk ikan. Jika kita memberi ikan makanan dalam jumlah yang banyak, maka akan muncul masalah kesehatan pada liver dan juga fungsi organ internal dari ikan. Daripada memberi makan ikan dalam jumlah yang banyak sekaligus, lebih baik kita memberi makan ikan paling tidak dalam frekuensi dua kali sehari.
14. Memberi Makan Ikan Di Satu Lokasi Tertentu
Pada saat memberi makan ikan koi, lebih baik anda melakukannya di satu lokasi yang tetap. Idealnya, lokasi pemberian makan berada di pinggir kolam dimana anda dapat mengawasi seberapa banyak ikan anda makan dan sekaligus dapat mengecek kesehatan ikan anda.
15. Membiarkan Ikan Koi Melihat Anda Saat Pemberian Makan
Anda perlu untuk membangun ikatan dengan ikan anda, dan hal ini dapat dibangun saat anda memberi ikan anda akan. Tetaplah diam di pinggir kolam saat ikan koi anda makan dan biarkan mereka mengetahui bahwa anda adalah yang memberi mereka makan dan anda tidak akan menyakiti mereka.
Pustaka: 
Alex, S. 2009. Budi Daya Ikan Koi Ikan Eksotis yang Menguntungkan. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.
Effendy. 1993. Mengenal beberapa Jenis Koi (Karper Jepang – Nishikigoi). Kanisius. Yogyakarta.

http://www.superperikanan.com
http://arenahewan.com/cara-memelihara-ikan-koi