Senin, 25 April 2022

PENGAJUAN KREDIT






1.   A.   Gambaran Umum
Prosedur pemberian kredit dan penilaian kredit oleh dunia perbankan secara umum antar bank yang satu dengan yang lain tidak jauh berbeda. Yang menjadi perbedaan mungkin hanya terletak dari bagaimana tujuan bank tersebut serta persyaratan yang ditetapkannya dengan pertimbangan masing-masing.
1.   B.   Prosedur Pemberian Kredit
Prosedur pemberian dan penilaian kredit oleh perbankan pada umumnya tidak jauh berbeda. Perbedaannya terletak pada persyaratan yang ditetapkan dan pertimbangan masing-masing.
Prosedur pemberian kredit adalah sebagai berikut:
1.   Pengajuan berkas-berkas
Pengajuan proposal kredit hendaklah berisi antara lain: (a) latar belakang perusahaan/kelompok usaha; (b) maksud dan tujuan; (c) besarnya kredit dan jangka waktu; (d) cara pengembalian kredit; dan (e) jaminan kredit.
1.   Pemeriksaan berkas-berkas
Untuk mengetahui apakah berkas pinjaman yang diajukan sudah lengkap sesuai persyaratan dan sudah benar. Jika belum lengkap atau cukup, maka nasabah diminta untuk segera melengkapinya dan apabila sampai batas waktu tertentu nasabah tidak sanggup melengkapi kekurangannya, maka permohonan kreditnya dapat dibatalkan.
1.   Wawancara I
Merupakan penyelidikan kepada calon peminjam dengan langsung berhadapan dengan calon peminjam.
1.   On the Spot
Merupakan kegiatan pemeriksaan ke lapangan dengan meninjau berbagai obyek yang akan dijadikan usaha atau jaminan. Kemudian hasilnya dicocokkan dengan hasil wawancara I.
1.   Wawancara II
Merupakan bagian perbaikan berkas, jika mungkin ada kekurangan pada saat setelah dilakukan on the spot di lapangan.
1.   Penilaian dan analisis kebutuhan modal
Merupakan kegiatan yang dilakukan dalam rangka menilai kebutuhan kredit yang sebenarnya.
1.   Keputusan Kredit
Keputusan kredit dalam hal ini adalah menentukan apakah kredit akan diberikan atau ditolak, jika diterima, maka dipersiapkan administrasinya.
1.   Penandatanganan akad kredit/perjanjian lainnya
Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari diputuskannya kredit, maka sebelum kredit dicairkan terlebih dahulu calon nasabah menandatangani akad kredit.
1.   Realisasi Kredit
Diberikan setelah penandatanganan surat-surat yang diperlukan dengan membuka rekening giro atau tabungan di bank yang bersangkutan.
10. Penyaluran/Penarikan
Adalah pencairan atau pengambilan uang dari rekening sebagai realisasi dari pemberian kredit dan dapat diambil sesuai ketentuan dan tujuan kredit.
11. Penilaian Kredit
Sebelum suatu fasilitas kredit diberikan maka bank harus merasa yakin bahwa kredit yang diberikan benar-benar akan kembali.
1.   C.   Pengertian Studi Kelayakan Usaha
Analisis Kelayakan Usaha atau disebut juga feasibility study adalah kegiatan untuk menilai sejauh mana manfaat yang dapat diperoleh dalam melaksanakan suatu kegiatan usaha. Hasil analisis ini digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha. Pengertian layak dalam penelitan ini adalah kemungkinan dari gagasan suatu usaha yang akan dilaksanakan dapat memberikan manfaat dalam arti finansial maupun sosial benefit. Dengan adanya analisis kelayakan ini diharapkan resiko kegagalan dalam memasarkan produk dapat dihindari.
1.   D.   Tujuan Analisis Kelayakan
Tujuan analisis kelayakan usaha antara lain sebagai berikut :
  • Mengetahui tingkat keuntungan terhadap alternatif investasi.
  • Mengadakan penilaian terhadap alternatif investasi.
  • Menentukan prioritas investasi, sehingga dapat dihindari investasi yang hanya memboroskan sumber daya.
1.   E.    Keperluan Untuk Penyusunan Studi Kelayakan
1.   Untuk setiap permohonan kredit investasi untuk jumlah tertentu, disamping nasabah harus menyampaikan Project proposal, juga harus menyampaikan feasibility study, yang disusun atau dibuat oleh salah satu kantor konsultan yang ditunjuk oleh bank.
2.   FS tidak saja diminta pada saat pengajuan kredit baru, tetapi juga untuk kredit kredit yang sedang berjalan sepanjang bank menilai bahwa atas suatu proyek yang telah mendapat pembiayaan kredit diperlukan FS.
3.   Pada umumnya biaya penyusunan/pembuatan FS ditanggung oleh nasabah.
2.   F.    Tahap-tahap Analisis Kelayakan Usaha
Dalam mengadakan penilaian terhadap suatu proyek yang akan dibiayai, isi kelayakan usaha haruslah selengkap mungkin mencerminkan keadaan proyek yang sebenarnya sehingga bank benar benar meyakini bahwa proyek yang akan dibiayai feasible dan kredit yang diberikan cukup terjamin keadaannya.
Hal tersebut dimaksudkan agar bank dapat lebih mudah/cepat dalam pelaksanaan penilaian data dan pengambilan keputusan . Untuk keperluan tersebut, maka dalam FS perlu dimuat /dicantumkan aspek aspek yang ada hubungannya, baik yang berada didalam perusahaan maupun di luar perusahaan itu sendiri.
Analisis kelayakan usaha mencakup beberapa aspek antara lain: aspek pasar, aspek teknis dan operasional, aspek finansial dan aspek lingkungan serta aspek legal. Analisis kelayakan usaha yang disusun merupakan pedoman kerja, baik dalam penanaman investasi, pengeluaran biaya, cara produksi, cara melakukan pemasaran dan cara memperlakukan lingkungan organisasi. Dalam kenyataannya tidak semua aspek harus diteliti, hanya aspek yang benar-benar dibutuhkan saja yang perlu dianalisis untuk dibahas lebih lanjut. Aspek-aspek tersebut antara lain:
1.   a.    Aspek Hukum / Legalitas
Bentuk Kontribusi :
1.   Memilih Bentuk Usaha yang paling tepat sesuai dengan tujuan organisasi.
2.   Menilai apakah usaha yang akan dijalankan melanggar ketentuan UU atau peraturan yang berlaku.
3.   Menentukan prosedur pendirian.
Manfaat analisa aspek Hukum adalah untuk menilai legalitas usahanya (bentuk badan hukum usahanya, perijinan), legalitas pengajuan kreditnya dan legalitas agunan yang akan digunakan
1.   b.   Aspek Manajemen
Bentuk Kontribusi :
1.   Struktur Organisasi.
2.   Analisis pekerjaan.
3.   Analisis jabatan.
4.   Proses rekrutmen.
5.   Teknik pemberian kompensasi.
Manfaat analisa Aspek Manajemen adalah untuk menilai bentuk organisasi yang paling tepat, menentukan manajemen proyek maupun manajemen bisnis.
1.   c.    Aspek Teknis dan Produksi
Bentuk Kontribusi :
1.   Pemilihan desain produk yang akan diproduksi.
2.   Penghitungan Kapasitas Perusahaan.
3.   Pemilihan mesin dan teknologi serta peralatan yang akan digunakan.
4.   Penentuan lokasi usaha.
5.   Penentuan proses produksi dan layout pabrik yang dipilih, termasuk layout bangunan dan fasilitas lain.
6.   Penghitungan skala produksi yang ekonomis.
Manfaat analisa aspek Teknis & Produksi adalah untuk menilai apakah kegiatan produksi dapat dilakukan secara efisien dan efektif.
1.   d.    Aspek Sosial dan Lingkungan
Bentuk Kontribusi :
1.   Dampak pencemaran lingkungan (AMDAL)
2.   Penyerapan tenaga kerja.
3.   3.   Dampak social.
Manfaat analisa Aspek Sosial Dan Lingkungan  adalah untuk menilai dampak pencemaran dan pengaruhnya terhadap kondisi sosial masyarakat.
1.   e.    Aspek Pemasaran
Bentuk Kontribusi :
1.   Menganalisis permintaaan dan penawaran.
2.   Mencari & menghitung pasar potensial, permintaan potensial & permintaan efektif, segmen pasar.
3.   Menganalisis persaingan
4.   Memilih strategi pemasaran yang tepat
5.   Menentukan strategi generik.
Manfaat analisa aspek pemasaran adalah untuk menentukan dan menilai apakah produk yang akan dihasilkan dapat diserap/diterima oleh pasar (marketable).
1.   f.     Aspek Keuangan
Bentuk Kontribusi :
1.   Menentukan Modal kerja.
2.   Menentukan modal investasi.
3.   Menilai arus kas.
4.   Membuat proyeksi laba-rugi dan neraca perusahaan.
5.   Mengetahui tingkat pengembalian modal.
6.   Mengetahui profitabilitas, likuiditas, dan rentabilitas usaha yang akan dijalankan.
Manfaat analisa aspek Keuangan adalah untuk menilai kelayakan aspek keuangan, apakah menguntungkan atau tidak.
1.   G.   Contoh Komponen Penulisan Studi Kelayakan Usaha
BAB I Pendahuluan
–        Potensi Kelautan Nasional
–        Kendala Umum Sektor Perikanan
–        Tujuan Perusahaan
BAB II Aspek Hukum / Legalitas
–        Pendirian Badan Usaha
–        Perijinan / Legalitas
BAB III Aspek Teknis dan Produksi
–        Jenis-Jenis Produk (Ikan Kerapu)
–        Pembesaran dan Syarat Lokasi Keramba
–        Pembuatan Rakit sampai penebaran bibit kerapu
–        Pengendalian Hama dan Penyakit
–        Panen dan Penanganan Hasil
BAB IV Aspek Pemasaran
–        Peluang Pasar
–        Situasi Persaingan Dalam Pemasaran
BAB V Aspek Keuangan
–        Penjelasan Umum
–        Biaya Proyek
–        Rincian Biaya Investasi
–        Kebutuhan Modal Kerja
–        Struktur Pembiayaan Proyek
–        Proyeksi Laba-Rugi
–        Proyeksi Arus Kas
–        Proyeksi Neraca
–        Analisis Kelayakan Investasi : NPV, IRR, BC Ratio, Payback Period dan BEP
–        Analisis Kinerja Keuangan : Rasio Profitabilitas, Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas
BAB V.  Kesimpulan
–        Berdasarkan analisa data, informasi dan estimasi, terhadap semua aspek yang dianggap relevan dalam penyusunan studi kelayakan proyek yang akan dibiayai, dapat disampaikan suatu kesimpulan, antara lain :
–        Apakah proyek itu layak atau tidak layak  dibiayai.
Kalau layak, perlu disampaikan suatu pernyataan tentang: (1) Prospek usaha; (2) Kontribusi kepada Pemerintah; (3) Kontribusi kepada lingkungan; (4) Ratio-ratio pendukung; (5) Kebutuhan Kredit; (6) Jangka waktu kredit yang dibutuhkan, termasuk GP; (7) Cara pembayaran / pengembalian kredit; (8) Jaminan yang disediakan; dll.
1.   H.   Usaha yang Bankable
Lembaga keuangan/bank adalah sumber modal terbesar yang dapat dimanfaatkan oleh UMKM. Namun untuk bermitra dengan bank, usaha kecil dituntut menyajikan proposal usaha yang feasible atau layak usaha dan menguntungkan. Disamping itu lembaga keuangan bank mensyaratkan usaha kecil harus bankable atau dinilai layak oleh bank untuk mendapatkan kredit. Beberapa prinsip untuk mewujudkan usaha yang bankable adalah sebagai berikut:
1.   a.    Prinsip-prinsip 5 C
Untuk dapat melaksanakan kegiatan perkreditan secara sehat, dikenal adanya prinsip-prinsip perkreditan (5 C) yaitu :
1.   Character
Karakter adalah watak/sifat dari debitur, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam lingkungan usaha. Kegunaannya untuk mengetahui sampai sejauh mana tingkat kejujuran, integritas serta itikad debitur untuk memenuhi kewajiban sesuai perjanjian yang telah ditetapkan.
2.   Capacity
Adalah kemampuan nasabah dalam menjalankan usahanya guna memperoleh laba yang diharapkan. Kegunaannya untuk mengukur sampai sejauh mana nasabah mampu melunasi hutang-hutangnya secara tepat waktu dari kegiatan usahanya
3.   Capital
Dilihat dari kemampuan untuk menyediakan modal sendiri/self financing sampai jumlah tertentu
4.   Collateral
Adalah barang-barang yang diserahkan nasabah sebagai agunan terhadap kredit yang diterimanya.  Bentuk Jaminan :
a. Jaminan Kebendaan  : Jaminan utama dan Jaminan Tambahan
b. Jaminan dari Pihak Ketiga
5.   Condition of social, economy and environment
Adalah situasi dan kondisi politik, sosial, ekonomi dan budaya yang mempengaruhi keadaan perekonomian pada suatu saat yang kemungkinannya mempengaruhi kelancaran usaha nasabah.
6.   Constraint
Yakni batasan-batasan atau hambatan-hambatan yang tidak memungkinkan seseorang melakukan business di suatu tempat.
1.   b.   Prinsip 7 P
1.   Personality;  kepribadian, tingkah laku
2.   Party;  klasifikasi/golongan
3.   Purpose;  tujuan ambil kredit
4.   Prospect;  menilai usaha masa yang akan datang
5.   Payment;  bgmn pengembalian
6.   Profitability;  kemampuan cari laba
7.   Protection;  menjaga dgn perlindungan
1.   c.    Prinsip 3 R
2.   Return (kembali); modal dan laba dpt kembali ke pengusaha.
3.   Repayment (pembayaran); kemampuan, kesanggupan, keinginan mengembalikan
4.   Risk (risiko); antisipasi terjadi risiko gagal
1.   d.    Analisa Ratio Keuangan dalam Perkreditan
Analisa ratio keuangan dalam penilaian kredit, antara lain berupa:
1.   Analisa Keuangan :
1.   ROI    (return on investment)
2.   NPV   (net present value)
3.   B/C Ratio   (benefit cost ratio)
4.   IRR    (internal rate of return)
5.   BEP   (break even point )
2.   Ratio Likuiditas : kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek
Current Ratio (%) = Aktiva Lancar/Hutang Lancar x 100%
Net Working Capital = Aktiva Lancar – Hutang Lancar
3.   Ratio Profitabilitas : kemampuan menghasilkan keuntungan
Gross Profit Margin (%) = Laba Kotor/Penjualan x 100%
Net Profit Margin (%) = Laba Bersih/Penjualan x 100%
Return on Asset (%) = Laba Bersih/Total Asset x 100%
Return On Equity (%) = Laba Bersih/Total Modal x 100%
4.   Ratio Solvabilitas : kemampuan untuk melunasi hutang
Debt Equity Ratio (DER) = Hutang / Modal x 100%
5.   Ratio Aktivitas : untuk melihat aktivitas usaha nasabah
Perputaran Inventory (ITO) = Persediaan/Penjualan x 360 hr
     Perput. Piutang Dagang (ARTO) = Piutang/Penjualan x 360 hr
Perput. Hutang Dagang (APTO) = Hutang/Penjualan x 360 hr
Trade Cycle/Siklus Usaha (TC) =  ITO + ARTO – APTO

Jumat, 22 April 2022

MANFAAT DAN CARI MEMBUAT NUGGET IKAN






Nugget ikan merupakan produk diversifikasi pengolahan hasil perikanan yang diadopsi dari luar Indonesia, berupa campuran daging ikan lumat dengan tepung dan bumbu-bumbu berbentuk lempeng atau empat persegi panjang dan dilapisi tepung roti/panir. Nugget ikan bisa jadi merupakan modifikasi dari produk Chicken Nugget yang sudah dikenal lebih dahulu.

Nugget ikan merupakan salah satu produk olahan perikanan yang cukup digemari oleh masyarakat. Merupakan terobosan baru dalam dunia perikanan. Selain cara pembuatannya yang sederhana dan produk yang praktis disiapkan terutama untuk anak-anak dengan berbagai bentuk yang menarik. Selain itu juga dalam pembuatan nugget ikan tidak memakai bahan pengawet.

Nugget merupakan salah satu jenis makanan instan yang di olah dari bahan alami dan juga sehat. Meskipun tergolong sebagai bahan makanan yang mudah dan cepat dimasak, namun makanan ini mempunyai nilai gizi dan cita rasa yang baik untuk kesehatan. Umumnya makanan ini berbentuk pipih, bulat, kotak, atau bentuk lain yang menarik perhatian anak-anak yang mengkonsumsinya.
Namun saat ini, makanan ini sudah sangat populer hingga tidak hanya anak-anak saja yang mengkonsumsinya melainkan orang dewasa juga menggemari makanan ini. Kandungan yang ada dalam makanan ini sangat banyak sehingga membuat makanan ini disebut sebagai makanan yang menyehatkan. Makanan ini mengandung asam amino, lemak, karbohidrat, beberapa jenis vitamin dan mineral yang semuanya bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Sebagai sumber pangan, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat baik seperti protein sebagai sumber pertumbuhan, asam lemak omega 3 dan 6 yang bermanfaat bagi kesehatan ibu dan pembentukan otak janin, vitamin, serta berbagai mineral yang sangat bermanfaat bagi ibu dan janin. Ikan sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi dan mengandung asam amino essensial yang diperlukan oleh tubuh, disamping itu nilai biologisnya mencapai 90%, dengan jaringan pengikat sedikit sehingga lebih mudah dicerna. Hal yang paling penting adalah harganya yang jauh lebih murah dibandingkan dengan sumber protein lainnya.
Hasil studi peneliti Swedia, Professor Kjell Toren dari Sahlgrenska Academy Gotheburg mengemukakan bahwa anak remaja berusia 15 tahun yang mengkonsumsi ikan cenderung lebih cerdas dibandingkan anak remaja yang berusia 18 tahun yang jarang mengkonsumsi ikan. Studi tersebut didapat dari pengamatan hampir 4.000 remaja Swedia dan dipublikasikan dalam Acta Paediatrica menerangkan, bahwa asam lemak Omega-3 dan Omega-6 pada ikan dapat meningkatkan kemampuan kognitif.
Setelah mengetahui keistimewaan daging ikan untuk tumbuh kembang anak, ada baiknya para orang tua di rumah mendorong peningkatan konsumsi ikan dengan menghadirkan menu masakan ikan di meja makan. Walaupun umumnya anak-anak tidak suka memakan ikan karena kerepotan memilah daging dan duri atau karena rasanya, namun hal ini biasa diatasi orang tua dengan mengolah ikan terlebih dahulu. Salah satu olahan yang disukai anak-anak adalah nugget.
Untuk anda yang ingin mengetahui apa saja manfaat dan khasiat nugget ini, berikut inilah manfaatnya.

1. Sumber energi tubuh
Khasiat nugget yang pertama dapat membantu sebagai sumber energi tubuh. Energi sangatlah dibutuhkan untuk kekuatan tubuh. Untuk itu, anda bisa mengkonsumsi makanan ini. Kandungan kalori yang terdapat di dalamnya akan bermanfaat sebagai sember energi bagi tubuh.

2. Menunjang aktifitas tubuh
Manfaat lainnya dari nugget juga mampu menunjang aktifitas tubuh. Bagi anda yang biasa melakukan aktifitas berat maka sebaiknya anda mulai mengkonsumsi makanan ini sebagai menu pelengkap sarapan. Hal ini dikarenakan kandungan yang terdapat pada makanan ini terbukti mampu menunjang aktifitas tubuh anda sehingga membuat anda tidak mudah lelah.

3. Mengontrol berat badan
Jika anda mengalami masalah berat badan maka anda bisa rutin mengkonsumsi nugget. Kandungan kalori yang rendah akan sangat membantu anda untuk mengontrol berat badan. Oleh karena itu, anda bisa rutin mengkonsumsinya.

4. Menunjang pertumbuhan dan perkembangan tubuh
Selain itu, nugget juga sangat baik untuk menunjang pertumbuhan dan juga perkembangan tubuh. Jika pada usia anak-anak mengkonsumsi makanan ini maka akan bermanfaat untuk mendukung sistem perkembangan tubuh, sehingga proses pertumbuhan tubuh bisa berjalan dengan efektif.

5. Meningkatkan kesehatan mata
Dengan rutin mengkonsumsi makanan ini akan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan mata. Kandungan yang terdapat pada nugget terbukti mampu meningkatkan kesehatan mata dan mengurangi resiko kebutaan. Hal inilah yang menjadikan makanan ini baik untuk dikonsumsi.

6. Membantu perkembangan otak
Otak berfungsi untuk mengatur gerakan, perilaku dan fungsi tubuh. Untuk menjaga perkembangan otak agar bisa berfungsi dengan baik maka anda bisa rajin mengkonsumsi nugget. Kandungan yang ada di dalamnya berperan penting untuk membantu perkembangan otak.

7. Menjaga kesehatan kulit
Untuk menjaga kesehatan kulit anda bisa melakukan dengan cara yang mudah dan alami. Dengan rutin mengkonsumsi nugget maka akan bermanfaat untuk kesehatan kulit anda. Hal ini dikarenakan kandungan nutrisi yang ada di dalamnya berguna untuk menjaga kesehatan kulit anda secara alami.

8. Membentuk otot
Nugget juga sangat berkhasiat untuk membentuk otot pada tubuh. Kandungan nutrisi yang ada pada makanan ini bermanfaat untuk membentuk otot yang kuat. Oleh karena itu anda bisa mengkonsumsinya untuk pembentukan otot pada tubuh anda.

9. Mencegah osteoporosis
Osteoporosis umumnya terjadi pada lansia. Hal ini disebabkan karena tulang yang sudah mulai rapuh dan tidak berfungsi dengan baik. Untuk mencegahnya anda bisa rutin mengkonsumsi nugget. Kandungan kalsium yang ada di dalamnya akan bermanfaat untuk mencegah osteoporosis dan kerapuhan tulang.

10. Baik untuk masa pertumbuhan
Proses pertumbuhan yang cepat dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makanan yang baik dan juga menyehatkan. Salah satunya dengan mengkonsumsi nugget karena kandungan vitamin B yang terdapat di dalamnya sangat baik dan mendukung masa pertumbuhan.
Selain 10 manfaat dan khasiat nugget untuk kesehatan, ada lagi 5 manfaat lainnya dari makanan ini yang perlu anda ketahui, Berikut ini manfaatnya:

5 Manfaat dan Khasiat Nugget Lainnya:
1.         Mencegah kanker usus
2.         Melancarkan pencernaan
3.         Menjaga kekebalan tubuh
4.         Memperkuat tulang dan gigi
5.         Menjaga keseimbangan kondisi tubuh

Tujuan
Tujuan pengolahan nugget ikan untuk mendapatkan hasil olahan daging ikan yang empuk, gurih yang merupakan hasil modifikasi dari chicken nugget.

Fungsi
Fungsi teknologi pengolahan nugget ikan sebagai upaya diversifikasi olahan daging ikan dengan memanfaatkan berjenis-jenis ikan sehingga diperoleh produk daging yang empuk dan bergizi dengan rasa yang khas.
 

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN
Alat :
Kompor, baskom, pisau, loyang, Talenan, Koas, Dandang, Wajan, Penggoreng, Nampan, Sendok
Bahan :
1. Bahan utama ikan Nila 2,5 kg.
2. Tepung panir 1 kg
3. Tepung terigu 0,5 kg
3. Telur 0,5 kg
4. Tepung kanji 3 sendok 
5. minyak goreng 1 liter
6. Bumbu yang dibutuhkan :
o Garam 2 sdm
o Jahe secukupnya
o Merica 2 bungkus 
o Bawang merah 10 siung
o Bawang putih 5 siung


PROSES PEMBUATAN
Tahapan proses pembuatan :
- Ikan dibersihkan dari sisik dan bagian dalam ikan.
- Kemudian dikuliti dan dipisahkan daging dengan tulang.
- Masukkan tepung terigu, tepung panir dan tepung kanji. 
- Masukkan telur yang sudah dikocok terlebih dahulu.
- Masukkan bumbu yang dihaluskan.
- Aduk sampai rata hingga adonan tidak lengket pada wadah/baskom
- Kemudian masukkan ke dalam Loyang dan ratakan.
- Kukus kembali sampai adonan tercampur dan matang.
- Setelah matang, adonan didinginkan.
- Setelah dingin kemudian potong-potong sesuai selera.
- Masukkan ke dalam kocokan telur.
- Masukkan ke dalam tepung panir hingga rata.
- Kemudian goreng hingga warna kecoklatan



Sumber :
https://rayzulkhaer.blogspot.com/2018/06/manfaat-nugget-ikan_26.html