Jumat, 22 April 2022

CARA MEMBUAT ABON IKAN


Cara Membuat Abon Ikan – Abon ikan adalah variasi olahan ikan yang sering dijumpai di pasar selain abon daging. Hampir sama dengan abon daging, abon ikan juga memiliki tekstur yang garing dan rasa yang gurih. Dan dalam bahasan kali ini, saya akan sajikan cara membuat abon ikan yang gurih dan tidak amis.
Olahan ikan bernama abon adalah produk yang memadukan beberapa proses seperti perebusan/pengukusan, penambahan bumbu-bumbu dan penggorengan. Abon ikan memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang gurih, sangat cocok untuk lauk atau teman makan roti dan dijadikan isi makanan kecil.
Berbagai jenis ikan yang sering dijadikan bahan dasar abon ikan adalah ikan lele, ikan bandeng, ikan cakalang, ikan patin, ikan gabus, ikan patin, ikan cucut, dan ikan tuna. Banyak hal yang perlu diperhatikan untuk membuat abon ikan agar hasilnya garing, gurih dan tidak amis mengingat bahan dasar abon ini adalah ikan bukan daging dengan bau amis yang kuat.



Menghilangkan Bau Amis Pada Ikan

Banyak orang yang enggan untuk mengolah atau mengkonsumsi ikan karena tidak tahan dengan bau amisnya. Padahal ada beberapa bahan yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau amis pada ikan, dengan demikian mengolah dan menyantap ikan bukanlah sebuah masalah.
Sungguh disayangkan jika ikan dengan kandungan protein tinggi dan memicu kecerdasan ini dihindari karena bau amisnya. Bukan hanya itu, kandungan selenium pada ikan juga berfungsi sebagai antioksidan untuk tubuh kita, rugi bukan jika tidak mau makan ikan.
Selain bau amis, repotnya makan ikan karena perlu memisahkan daging dari duri-duri juga penyebab lain orang malas mengonsumsi ikan. Nah olahan abon ikan akan cocok untuk anda karena abon ikan terbuat dari murni daging ikan.
Agar tidak amis, ada beberapa bahan yang bisa anda gunakan untuk menhilangkan bau amis tersebut, misalnya;

1. Menggunakan air jeruk dan garam dapur

Tentunya sebelum menggunakan dua jenis bahan ini, anda perlu mencuci ikan dengan teliti sehingga kotoran ikan baik di perut dan dibawah kepala benar-benar hilang, cucilah ikan dengan air mengalir.
Jika sudah bersih, lumuri ikan dengan garam lalu tambahkan air jeruk nipis/lemon. Takarannya, untuk 1 kg ikan laut dibutuhkan 3-4 sdm air jeruk dan untuk ikan air tawar 2 sdm ar jeruk. Diamkan selama 20 menit, lalu cuci sampai bersih sebelum diolah. Bisa dilakukan beberapa kali jika pada proses pertama bau amis pada ikan masih tercium.
Garam berfungsi agar minyak ikan yang baunya amis dan menempel dapat keluar sedangkan air jeruk selain menghilangkan bau amis juga menurunkan kadar asin yang dikandung ikan serta menjaga kesegaran ikan saat dimasak.

2. Mentimun

Untuk ikan laut, penggunaan mentimun untuk menghilangkan bau amis akan lebih efektif. Parut mentimun lalu baluri ikan yang telah dicuci bersih dan diamkan selema 20 menit. Cuci lagi sebelum ikan dimasak.

3. Sabun anti bakteri

Sama seperti sebelumnya, ikan perlu dicuci sampai bersih. Setelah itu, cuci ulang menggunakan sabun anti bakteri. Fungsinya, sabun ini akan menjaga ikan tidak cepat busuk dan terlindung dari bakteri.

4. Daun serai dan asam jawa

Penggunaan dua bahan ini cukup mudah yaitu remas daun serai dan asam jawa lalu balurkan pada ikan dan didimkan selama 20 menit.

5. Asam jawa

Sama halnya dengan penggunaan cuka, setelah dicuci bersih, ikan terlebih dahulu direndam air asam jawa selama 30 menit sebelum dimasak dan dicuci ulang.

6. Jahe dan bawang putih

Ikan yang sudah bersih bisa direbus sebentar dengan potongan jahe atau cukup lumuri ikan dengan irisan jahe dan bawang lalu tunggu selama 15 menit.

7. Cuka

Setelah dicuci, ikan cukup direndam dengan air cuka selama 30 menit sebelum diolah. Cairan cuka akan menghilangkan bau amis selama masa tunggu sebelum ikan diolah.

8. Tepung terigu

Meski lebih dikenal sebagai bahan utama untuk kue, ternya tepung terigu dapat menghilangkan bau amis pada ikan. Caranya dengan melumuri ikan dengan tepung terigu dan dilakukan beberapa kali. Terdengar asing karena memang jarang digunakan karena dinilai boros dan mahal.

9. Gula pasir

Ini adalah cara paling sederhana untuk menghilangkan bau amis pada ikan. Diamkan ikan yang telah ditaburi gula pasir selama 30 menit lalu cuci bersih.

Cara Membuat Abon Ikan

Sebelum membahas tata cara membuat abon ikan gurih dan tidak amis, terlebih dahulu adalah memilih ikan yang bagus untuk dijadikan abon ikan. Ikan apa saja yang anda pilih untuk anda jadikan abon adalah ikan dengan usia kurang lebih 8 bulan ke atas dan berat kurang dari 7 ons.
Bahan-bahan dan Bumbu-bumbu:
  • 100 kg ikan
  • Ketumbar 0,3 kg
  • Bawang Merah 2 kg
  • Bawang Putih 1,6 kg
  • Garam 1,5 kg
  • Jahe 0,1 kg
  • Asam 0,9 kg
  • Laos 0,1 kg
  • Serai
  • Daun Salam
  • Gula 15 kg
  • Minyak Goreng
  • Santan Kelapa (opsional)
Langkah-langkah Membuat Abon Ikan
  1. Bersihkan ikan terlebih dahulu, buang isi perut dan cuci sampai bersih. Selanjutnya potong melintang untuk memudahkan pengukusan.
  2. Agar daging ikan mudah dipisahkan dari tulangnya, ikan perlu dikukus.
  3. Setelah matang, pisahkan daging ikan dari tulangnya lalu tumbuk/cabik-cabik sampai menjadi serpihan halus.
  4. Selanjutnya menyiapkan bumbu-bumbu, semua bumbu yang disiapkan ditumbuk lalu dicampurkan ke daging ikan sampai tercampur rata.
  5. Sipakan wajan besar, jika menggunakan santan, maka panaskan santan sampai keluar minyaknya lalu masukkan ikan yang telah dimbumbui tadi.
  6. Opsi kedua, tuang minyak goreng ke wajan, goreng daging ikan sampai kering dengan terus diaduk-aduk agar tidak gosong. Pastikan semua daging terendam minyak agar diperoleh abon ikan yang kering dan renyah.
  7. Tanda ikan telah matang adalah berubah warna menjadi kuning kecoklatan.
  8. Jika warna telah menunjukkan abon telah matang, angkat wajan dan masukkan abon ke dalam alat press untuk menekan minyak keluar sampai habis.
  9. Keluarkan abon dari alat press dengan garpu, tambahkan bawang goreng jika ingin abon lebih harum.
  10. Abon yang telah dingin bisa dikemas ke dalam kantong plastik, toples atau alat penyimpanan lain. Akan lebih awet dan tahan lama jika dibungkus dengan pembungkus hampa udara.
Sederhana dan mudah bukan? jika belum teralu yakin untuk mencoba membuat dalam jumlah banyak seperti resep diatas, anda bisa mencoba terlebih dahulu membuat abon lele dengan resep rumahan dibawah ini.


Cara Membuat Abon Ikan Lele Resep Rumahan

Jika baru akan mencoba pertama kali, tentu anda belum merasa percaya diri. Oleh karena itu,  anda bisa mencoba terlebih dahulu dengan membuat abon ikan lele. Ikan lele sangat mudah anda jumpai di pasar dan harganya juga tidak terlalu mahal.
Ikan lele meski enak dibuat pecel lele namun mengolahnya menjadi abon bisa menjadi alternatif menikmati ikan ini dengan cara berbeda. Abon juga tahan lama sehingga cocok untuk persedian lauk atau pelengkap makan roti atau sekedar dicemil.
Berikut adalah cara membuat abon ikan lele yang bisa anda coba di rumah:
Bahan dan Bumbu yang dibutuhkan:
  • Ikan lele 10 ekor (680 gram daging ikan lele)
  • 300 ml santan dari ½ butir kelapa
  • Bawang merah 3 biji
  • Bawang putih 2 siung
  • Kemiri 2 butir
  • Ketumbar bubuk 1 sdt
  • Serai 2 batang
  • Daun salam 2 lembar
  • Garam 1 ¾ sdt
  • Gula merah ½ sdm
Cara Membuat Abon Ikan Lele
  1. Kukus ikan lele dan pisahkan dagingnya lalu suwir-suwir.
  2. Haluskan bumbu-bumbu seperti bawang merah, bawang putih, kemiri, dan ketumbar.
  3. Masak santan, masukkan bumbu halus dan bumbu-bumbu lain.
  4. Tunggu sampai santan mengeluarkan minyak, masukkan daging ikan.
  5. Aduk terus-menerus sampai daging ikan lele kering dan matang sempurna.
Nah, semoga sharing resep kali ini membantu anda untuk membuat abon ikan. Bagi anda yang takut bau amis, kini anda jug bisa mencoba mulai mengolah dan mengkonsumsi ikan tanpa khawatir lagi, selamat mempraktekkan.

Kamis, 21 April 2022

KLASIFIKASI IKAN TAMBAKAN

   Sitematika


Ordo
:
Labyrinthici
Subordo
:
Anabantoidea
Famili
:
Anabantidae
Genus
:
Helostoma
Spesies
:
Hellostoma, temmincki
Nama Indonesia
:
Tambakan, Biawan, Tabakang, Ikan Samarinda

Ikan tambakan (Helostoma temminckii) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang berasal dari wilayah tropis, tepatnya Asia Tenggara. Ikan ini pada awalnya berasal dari Thailand hingga Indonesia sebelum akhirnya diintroduksi ke seluruh dunia. Ikan ini juga dikenal dengan nama gurami pencium karena kebiasaannya "mencium" saat mengambil makanan dari permukaan benda padat maup
un saat berduel antara sesama pejantan. Di Indonesia sendiri, ikan ini memiliki banyak nama seperti bawan, biawan, hingga ikan samarinda

Ciri-ciri morfologis
Ikan tambakan memiliki tubuh berbentuk pipih vertikal. Sirip punggung dan sirip analnya memiliki bentuk dan ukuran yang hampir serupa. Sirip ekornya sendiri berbentuk nyaris bundar atau mengarah cembung ke luar, sementara sirip dadanya yang berjumlah sepasang juga berbentuk nyaris bundar. Di kedua sisi tubuhnya terdapat gurat sisi, pola berupa garis tipis yang berawal dari pangkal celah insangnya sampai pangkal sirip ekornya. Kurang lebih ada sekitar 43-48 sisik yang menyusun gurat sisi tersebut. Ikan tambakan diketahui bisa tumbuh hingga ukuran 30 sentimeter.
Salah satu ciri khas dari ikan tambakan adalah mulutnya yang memanjang. Karakteristik mulutnya yang menjulur ke depan membantunya mengambil makanan semisal lumut dari tempatnya melekat. Bibirnya diselimuti oleh semacam gigi bertanduk, namun gigi-gigi tersebut tidak ditemukan di bagian mulut lain seperti faring, premaksila, dentary, dan langit-langit mulut. Ikan tambakan juga memiliki tapis insang (gill raker) yang membantunya menyaring partikel-partikel makanan yang masuk bersama dengan air.[3]
Ada dua jenis ikan tambakan berdasarkan warnanya, namun mereka masih termasuk dalam spesies yang sama: ikan tambakan berwarna hijau dan ikan tambakan berwarna pucat atau merah muda. Belakangan, ada juga jenis ikan tambakan yang ukurannya lebih kecil dari ikan tambakan kebanyakan dan bentuknya bundar nyaris menyerupai balon. Variasi genetis ikan tersebut biasa dikenal dengan nama "gurami pencium kerdil" atau "balon merah muda"
 
Badan agak oval memanjang dan pipih kesamping. Bentuk mulut kecil dengan bibir yang tipis dan dapat disembulkan. Bentuk sirip ekor berlekuk tunggal. Ciri khusus garis rusuknya terputus. Sirip punggung bagian depan terdiri tipe sisik jari-jari keras. Sisik kecil-kecil dan termasuk tipe sisik otnoid. Mempunyai alat pernafasan tambahan yang berbentuk seperti bunga mawar dan disebut “lsbyrinth organ”.
Bagian punggung bewarna kelabu kehiauan da bagian perut lebih terang.
Berdasarkan perbedaaan kecepatan pertumbhan dan warna tubuh, serta bentuk sirip-siripnya dikenal dapat empat macam varietas ikan tambakan, yaitu :
Tambakan gibas
:
Pertumbuhannya pasing sepat diantara varietas ikan tambakan lainnya, sehingga mampu mencapai ukuran yang besar, warna badan kehijau-hijauan atau biru tua.
Tambakan kanyere
:
Kecepatan pertumbuhan relative lambat, ukuran lebih kecil dibandingkan dengan varietas gibas. Warna badan kekuning-kuningan.
Tambakan kumpay
:
Warna badan agak kehijau-hijauan. Sirip-siripnya lenih panjang dibandingkan dengan varietas lainnya sudah jarang di dapat.
Tambakan albino
:
Warna badan putih kemerah-merahan, dengan kombinasi warna belang-belang hitam.

Sifat-sifat biologis
Pemijahan ikan tambakan berlangsung pada awal musim penghujan, namunbisa dipijahkan sepanjang tahun di kolam. Ikan tambakan adalah ikan rawa dan sungai. Anak ikan memakan plankton hewani, seperti desmidiaceae, Flagellateae, diatomeae dan lain-lain.
Ikan tambakan ikanan pemakan plankton.
Mampu hidup di perairan yang kadar oksogennya rendah, karena memiliki alat pernafasan tambahan. Alat pernafasan tambahan tersebut berbentuk seperti mawar, yaitu labyrinth organ.
Pemeliharaan Induk.
Ikan tambakan pada umumnya dipelihara bersama-sama dengan jenis – jenis ikan lainnya, seperti ikan mas, tawes dan ikan nilem. Agar mkanan alamii tumbuh, terutama plankton, kolam sebaiknya dipupuk secukupnya dengan pupuk kandang atau pupuk lainnya. Selama penumbuhan makanan alami tersebut, sebaiknya kolam tidak dialiri air lagi, setelah kedalaman air mencapai 50-75 cm.
Pemeliharaan induk akan lebih lagi bila dipelihara dalam kolam khuud ysng telah dipersiapkan sebelumnya. Padat penebaran berkisar anatara 1-2 pasang parameter persegi. Agar kuaitas telurnya baik hendaknya diberi makanan tambahan berupa pellet dengan kadar protein sekitar 20-30%. Makan tersebut diberikan sebanyak 2-3% berat badan per hari.
Induk – induk ikan mulai dapat dipijahkan setelah berumur 1,5 tahun untuk induk ikan betina dan umur satu tahun untuk induk betina dan umur satu tahun untuk induk jantan. Pemijahan kembali dapat dilakukan setelah 3-4 bulan dari pemijahan sebelumnya. Pada saat induk.
Ikan tambakan juga dijuluki sebagai "ikan gurami pencium" karena kebiasaannya dalam memakai bibirnya untuk "mencium" benda-benda lain maupun ikan tambakan lainnya. Sebenarnya ikan tambakan tidak bena-benar mencium. Saat sedang mencium benda-benda padat semisal batu, ikan ini sebenarnya sedang menggerogoti makanan yang menempel pada permukaan benda padat tersebut. Ikan tambakan jantan juga saling beradu mulut satu sama lain untuk menegaskan supremasinya atas pejantan lain saat menjaga wilayah kekuasaannya. Perilaku adu bibir ini tidak pernah berakibat fatal, namun di dalam tangkapan, ikan tambakan jantan yang terus menerus kalah usai duel adu bibir bisa mati akibat stress.
Ikan tambakan sudah sejak lama membawa manfaat bagi manusia. Di wilayah aslinya di Asia Tenggara, ikan ini dibudidayakan untuk diambil dagingnya. Ikan tambakan juga biasa dipancing di alam liar. Belakangan, ikan tambakan menjadi salah satu komoditas ikan hias air tawar karena wujud dan perilakunya yang unik. Sebagai dampak dari popularitasnya sebagai ikan hias, sejumlah besar ikan tambakan yang masih berukuran kecil diekspor ke negara-negara lain seperti Jepang, Eropa, Amerika Utara, dan Australia.
Ikan tambakan (H. temminckii) merupakan ikan air tawar yang bersifat bentopelagik (hidup di antara permukaan dan wilayah dalam perairan). Wilayah asli tempatnya tinggal umumnya adalah wilayah perairan tropis yang dangkal, berarus tenang, dan banyak terdapat tanaman air. Umumnya di Indonesia ikan ini memiliki nilai ekonomis penting dengan harga jual sekitar Rp. 12.000/kg (Prianto dkk 2006). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makanan dan reproduksi ikan tambakan. Pengambilan contoh ikan dilakukan di perairan Lubuk Lampam, Sungai Lempuing yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Oktober 2011 - Desember 2011 dengan interval waktu pengambilan contoh satu bulan sekali. Jumlah total ikan contoh yang diperoleh selama penelitian sebanyak 152 ekor, ikan jantan (84 ekor) ikan betina (68 ekor). Ikan tambakan ditangkap dengan menggunakan alat tangkap Bengkirai Bambu (box trap). Jenis makanan utama ikan tambakan berupa Detritus diatas 55%, dan makan lain berupa Diatom, Desmid, Green alga dan Blue Green Alga. Detritus yang dimakan ikan tambakan berasal dari serasah-serasah tumbuhan air. Pola pertumbuhan ikan tambakan adalah Isometrik yang artinya pertambahan panjang seimbang dengan pertambahan berat. Hasil uji Chi-square diperoleh rasio kelamin jantan dan betina sebesar 1:1,24 yang menunjukan terjadinya keseimbangan populasi. Selama bulan penangkapan Oktober – Desember ikan tambakan yang tertangkap memiliki TKG III dan TKG IV, hal ini diduga pada bulan tersebut merupakan puncak pemijahan. Ikan tambakan jantan pertama kali matang gonad pada ukuran 155 mm, sedangkan ikan betina pertama kali matang gonad pada ukuran 169 mm. Indek kematangan gonad jantan dan betina tertinggi pada bulan Oktober sebesar (3,04 ; 17,95) Fekunditas ikan tambakan berkisar antara 19.000 – 144.104 butir telur. Berdasarkan pola distribusi diameter telur, tipe pemijahan ikan tambakan termasuk partial spawner yaitu ikan mengeluarkan telurnya secara bertahap.

Selasa, 19 April 2022

IKAN LAIS






 
Lais adalah nama lokal di Sungai Mahakam Kalimantan Timur untuk kelompok ikan bersungut air tawar (catfish) famili Siluridae terutama genus Ompok dan Kryptopterus. Bagi masyarakat lokal, genus ini tertutama dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi dan ikan hias.

Ikan lais hidup di sungai yang termasuk tipe sungai berawa banjiran. Daerah penyebaran ikan ini di Indonesia adalah di Sumatera, Kalimantan dan Jawa. Jenis ikan yang dikatakan ikan lais oleh masyarakat adalah jenis-jenis ikan dari famili Siluridae yang terdiri dari beberapa genus. Diantara genus-genus tersebut yang mempunyai spesies paling banyak adalah Cryptopterus yaitu terdiri dari C. bicirrhis, C. schilbeides, C. cryptopterus, C. hexapterus, C. limpok, C. macrocephalus, C. apogon, C. micronema, C. lais dan C. mononema. Nama daerah ikan lais ini di Indonesia bermacam-macam antara lain dikenal dengan nama lais padi, lais tunggul, limpok, padgiat, mahor, bentilap, lais timah dan lais putih. 
Ikan lais merupakan ikan air tawar yang mempunyai arti ekonomis penting. Ikan tersebut cukup disukai oleh masyarakat dan dapat dibeli dalam bentuk segar maupun ikan asap (salai). Menurut informasi nelayan dari salah satu daerah penyebaran ikan lais yaitu di Sungai Kampar Kiri propinsi Riau, ikan lais akhir akhir ini semakin sedikit yang tertangkap dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menyebabkan harga ikan lais semakin mahal sehingga para nelayan berusaha menangkap ikan tersebut tanpa memperhatikan ukurannya lagi. Penangkapan dengan tidak mempertimbangkan ukuran ikan, tentu mengakibatkan turunnya kepadatan populasi ikan. Besar kemungkinan ikan-ikan kecil yang tertangkap adalah ikan yang belum sempat bereproduksi. Hal ini pada akhirnya akan dapat menyebabkan kepunahan. Oleh sebab itu usaha pelestarian perlu dilakukan sebelum terjadi kepunahannya di alam.

Klasifikasi Ilmiah :
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Sub Kelas : Teleostei
Ordo : Ostariophysi
Sub Ordo : Siluroidea
Famili : Siluridae
Genus : Cryptopterus
Species : Cryptopterus Spp

Pada C. limpok, sungut rahang bawah lebih panjang daripada kepala. Sungut rahang atas hampir mencapai ujung sirip dubur. Penampang punggung cembung. Pada C. mononema sungut rahang atas hampir mencapai pertengahan sirip dubur. Penampang punggung
 hampir lurus. Ciri-ciri C. apogon, tidak mempunyai sirip punggung. Gigi-gigi pada tulang mata bajak satu tumpuk. Tumpuk gigi-gigi pada tulang mata bajak bersudut-sudut, sirip dada jauh lebih pendek daripada kepala. Apabila tumpuk gigi-gigi pada tulang mata bajak bundar, hampir selebar tulang langit-langit, sirip dadanya lebih pendek daripada kepala merupakan ciri-ciri C. micronema. Tetapi apabila tumpuk gigigigi pada tulang mata bajak lurus, pendek, bentuk ellips. Selanjutnya sirip dada lebih panjang daripada kepala merupakan ciri-ciri C. Hexapterus.

Ikan lais mempunyai pola pertumbuhan yang isometrik yaitu pertumbuhan panjang seimbang dengan pertumbuhan berat. Bentuk tubuh ikan lais masih dalam batas bentuk tubuh ikan pada umumnya yaitu dengan nilai “b” berkisar antara 2,5- 3,5. Berdasarkan nilai faktor kondisi yaitu berkisar 0,24-0,44 ikan lais termasuk jenis ikan yang pipih.
Ikan Lais hidup pada ekosistem sungai rawa banjiran. Pada ekosistem ini selama musim penghujan air terdistribusi ke seluruh dataran (plain), tetapi selama musim kemarau hanya saluran utama dan bagian perairan yang rendah yang tetap terisi atau tetap tergenang. Ekosistem ini meliputi saluran sungai, danau banjiran atau oxbow, rawa, tanggul alami dan endapan rawa yang terbendung atau backswamp.

Kelompok Siluridae sering berada pada air yang tenang di floodplain dan jika mereka pindah ke sungai mereka tinggal di pinggir yang bervegetasi atau lubuk di dasar sungai pada periode kemarau. Sebagian besar waktu hidup ikan Siluridae dihabiskan di perairan yang dicirikan oleh wama perairan coklat tua sampai kehitaman karena adanya asam humat, pH relatif lebih rendah tetapi transparansinya tinggi.

Keberadaan ikan pada suatu perairan sangat tergantung pada ketersediaan makanan yang dibutuhkannya. Makanan adalah salah satu aspek ekologis yang mempunyai peranan penting dalam menentukan besarnya populasi, pertumbuhan dan reproduksi ikan. Makanan yang dimakan oleh ikan dapat diketahui dari analisis isi lambungnya. Jika suatu macam organisme makanan ikan banyak terdapat dalam suatu perairan belum tentu menjadi bagian penting dalam komposisi makanan ikan. Ikan memilih makanan tertentu, yaitu dengan ditemukannya macam makanan tersebut sebagai bagian makanan terbesar di dalam lambungnya.

Ikan lais C. apogon termasuk ikan karnivora dimana indek bagian terbesar makanan dalam lambungnya berupa juvenil ikan sebanyak 98 %. Pada jenis ikan lais C. limpok dan C. micronema juga termasuk jenis ikan karnivora. Saat musim penghujan pada alat pencernaan ikan lais ini lebih banyak jenis makanan berupa serangga air dibanding musim kemarau, karena ikan lais saat air besar akan menyebar sampai ke daerah lebak yang banyak terdapat serangga air.

Tingkat kematangan gonad ialah tahap tertentu perkembangan gonad sebelum dan sesudah ikan itu berpijah. Tingkat kematangan tertinggi akan didapatkan pada saat pemijahan akan tiba. Tingkat kematangan gonad secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan suatu indek yang dinamakan Indek Kematangan Gonad atau disebut juga Indek Gonad Somatik. Sejalan dengan perkembangan gonad, indek kematangan gonad akan semakin bertambah besar dan mencapai batas kisar maksimum pada saat akan terjadi pemijahan. Indek kematangan gonad pada C. limpok berkisar 0,23-8,78 % yaitu kecil dari 20 %. Ikan yang mempunyai indek kematangan gonad lebih 8 kecil dari 20 % dapat memijah berkali-kali dalam setahun. Tipe pemijahan seperti ini disebut tipe parsial yaitu telur-telur ikan tidak dikeluarkan seluruhnya dalam satu kali pemijahan.

Ikan Lais merupakan ikan air tawar yang biasanya banyak ditemui di Sungai Kapuas. Di Kalimantan sendiri, dikenal ada beberapa jenis Ikan Lais di antaranya adalah Ikan Lais Kapuas dan Ikan Lais Lubuk. Ikan Lais Kapuas merupakan Ikan Lais yang dihasilkan dari Sungai Kapuas, biasanya berwarna putih dan cerah. Ukurannya pun lebih besar dibandingkan dengan Ikan Lais Lubuk yang berasal dari anak Sungai Kapuas. Warnanya juga sedikit berbeda yaitu sedikit gelap dan kemerahan. Bagi orang awam tentunya perbedaan ini tidak nampak begitu jelas apalagi saat telah menjadi sajian karena keduanya sama nikmatnya. Selain dinikmati sebagai sajian ikan segar yang langsung dimasak, Ikan Lais juga biasa diawetkan menjadi ikan asin atau juga ikan asap atau disebut sebagai ikan salai. Ikan Lais mengandung energi sebesar 161 kilokalori, protein 11,9 gram, karbohidrat 2,4 gram, lemak 11,5 gram, kalsium 70 miligram, fosfor 237 miligram, dan zat besi 0 miligram. Selain itu di dalam Ikan Lais juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,05 miligram dan vitamin C 0 miligram.




MANFAAT  IKAN LAIS




Banyak sekali manfaat yang dihasilkan dari mengkonsumsi ikan lais, yaitu :
  1. Mencegah Jantung Koroner
Kandungan omega 3 yang di miliki oleh ikan lais ini dapat mencegah dari penyakit jantung koroner. Karena mampu menghiangkan bitnik bitnik atau bercak yang bisa menimbulkan penyakit ini timbul pada tubuh manusia
  1. Khasiat Rendah Lemak
Karena rendah lemak, memakan ikan ini jadi aman aman saja. Dalam artian tidak membuat pengkonsumsi menjadi gemuk.
  1. Pencernaan Lancar
Mengkonsumi ikan lais juga dapat memperlancar pencernaan. Karena ikan ini dapat dicerna dengan mudah oleh sistem pencernaan manusia.
  1. Optimalkan Pertumbuhan Bayi
Karena kandungan dari ikan lais yang cukup banyak. Memiliki kandungan forsor, omega 3, kalsium, zat besi, dan protein. Sehingga bagi ibu hamil jika memakan ikan ini membuat bayi itu akan tercukupi untuk pertumbuhan yang optimal
  1. Mengobati Anemia
Bagi penderita anemia, anemia adalah kondisi dimana seseorang kekurangan darah. makan ikan ini juga dapat mengurangi atau menghilangkan anemia ini tentunya dengan konsumsi yang rutin dan teratur.
  1. Mencegah Stroke
Banyaknya kandungan dari ikan lais ini juga mencegah dari penyakit stroke. Stroke adalah kondisi dimana anggota gerak atau seluruh badan kita tidak bisa di gerakkan sesuai keinginan kita.
Jadi bagi kalian yang masih sehat konsumsi ikan lais untuk membuat tubuh kita sehat dan terhindar dari sakit yang berbahaya.
  1. Mengurangi Tekanan Darah Tinggi
Bagi penderita darah tinggi, memakan ikan ini dapat menurunkan tekanan darah tinggi anda. Atau bagi kalian yang masih sehat sebelum terlambat bisa mengkonsumsi supaya terhidar dari gejala. Tetapi harus tata cara makan harus seimbang dan benar.
  1. Meningkatkan Kecerdasan
Memakan ikan bisa mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kecerdasan. Ikan lais juga bisa membuat kita cerdas. Tapi tidak hanya ikan lais saja, ikan lainnya juga bisa menambah kecerdasan. Ikan lais ini juga salah satu ikan yang bisa bikin kita cerdas. Tentunya jangan lupa belajar sih.
  1. Mencegah Sakit Maag
Dapat mencegah sakit maag karena ikan lais dapat memperlancar pencernaan, belum lagi bagi kalian yang suka pasti akan makan terus. Sehingga kita terhindar dari dakit maag.
  1. Menurunkan Kolesterol
Karena tadi mengandung omega 3 dan rendah lemak jadi ikan ini aman di makan bagi penderita kolesterol. Bahkan malah mencegah kolesterol terjadi pada tubuh kita. Konsumsilah secara teratur bagi penderita kolesterol bisa menjadi berkurang jika secara benar dan teratur
  1. Mencegah Resiko Mata Silinder
Ikan lais memiliki kandungan vitamin A untuk kesehatan mata. Sehingga resiko sakit mata, mata silinder bisa dicegah dengan mengkonsumsinya.
  1. Mencegah Kerusakan Syaraf
Kandungan ikan lais memiliki vitamin D untuk tulang dan gigi, kemudian ada fosfor dan zat besi untuk tulang dan syaraf. Dan kalsium serta protein sehingga lengkap lah bisa mencegah kerusakan syaraf pada tubuh kita



Informasi Rinci Komposisi Kandungan Nutrisi/Gizi Pada Ikan Lais :

Nama Bahan Makanan : Ikan Lais
Nama Lain / Alternatif : -
Banyaknya Ikan Lais yang diteliti (Food Weight) = 100 gr
Bagian Ikan Lais yang dapat dikonsumsi (Bdd / Food Edible) = 62 %
Jumlah Kandungan Energi Ikan Lais = 161 kkal
Jumlah Kandungan Protein Ikan Lais = 11,9 gr
Jumlah Kandungan Lemak Ikan Lais = 11,5 gr
Jumlah Kandungan Karbohidrat Ikan Lais = 2,4 gr
Jumlah Kandungan Kalsium Ikan Lais = 70 mg
Jumlah Kandungan Fosfor Ikan Lais = 237 mg
Jumlah Kandungan Zat Besi Ikan Lais = 0 mg
Jumlah Kandungan Vitamin A Ikan Lais = 0 IU
Jumlah Kandungan Vitamin B1 Ikan Lais = 0,05 mg
Jumlah Kandungan Vitamin C Ikan Lais = 0 mg
Khasiat / Manfaat Ikan Lais : - (Belum Tersedia)
Huruf Awal Nama Bahan Makanan : I
Sumber Informasi Gizi : Berbagai publikasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia serta sumber lainnya.





Referensi :
http://www.berpendidikan.web.id/2018/08/manfaat-dan-kandungan-ikan-lais.html