Senin, 15 Februari 2021

Budidaya Ikan Cupang di Kolam Beton

 




Ikan cupang merupakan salah satu jenis hewan peliharaan yang mempunyai daya tarik pada ekor, sirip, warna warni yang di munculkan dari tubuhnya, seperti tampilan dan warna ikannya. Warna di ikan cupang memiliki berbagai warna seperti warna merah, biru dan ungu. Budidaya ikan cupang tidak memerlukan tempat luas dan modal yang besar. Bisa dilakukan sebagai usaha di rumah. ikan cupang jenis ikan yang banyak ditemukan di perairan yang tenang atau bahkan tergenang. Sawah, rawa-rawa, kolam, dan sejenisnya menjadi tempat favorit bagi ikan cupang untuk dijadikan tempat tinggalnya Ikan cupang bisa ditemukan di alam bebas ikan ini hidup berkelompok. keistimewahan ikan cupang yaitu daya tahannya, sanggup hidup dalam lingkungan air minim oksigen. Bisa dipelihara dalam toples kecil. Kemampuan ini didapat karena ikan cupang memiliki rongga labirin seperti pada paru-paru manusia. Labirin tersebut bisa membuatnya bertahan pada lingkungan miskin oksigen. di antara varietas ikan cupang yang memiliki tubuh begitu indah dan menawan.
Salah satu bisnis budidaya ikan yang menguntungkan adalah budidaya ikan cupang, karena selain mudah di lakukan, lahan yang dibutuhkan tidaklah terlalu luas. Pada kesempatan ini kita akan belajar mengenai budiaya ikan cupang di kolam beton.
Ikan cupang memiliki penggemar tersendiri diantara ikan hiasa lainnya. Warnanya yang cerah beraneka ragam dengan tampilan ekor memesona membuat ikan ini banyak dijadikan koleksi. Namun sayang, karena sifatnya yang agresif, jarang sekali kita melihat ikan ini hidup secara berkelompok dalam satu kolam.
Baiklah, langsung saja kita simak cara budidaya ikan cupang di kolam beton melalui penuturan di bawah ini.
Cara Budidaya Ikan Cupang di Kolam Beton
Berikut adalah langkah-langkah pengembangbiakan ikan cupang atau tarung yang bisa Anda ikuti untuk mengembangkan budidayanya.

1.  Persiapan kolam budidaya
Tidak seperti cara budidaya ikan gurame dari larva, budidaya ikan cupang di kolam beton tidaklah butuh lahan yang luas. Jika kita amati, banyak dijumpai para pembudidaya yang membangun kolam beton di pekarangan rumah atau di atas dak rumah yang berukuran relatif sempit.
Kolam beton yang dibangun biasanya memiliki ukuran 1 x 2 meter, sementara untuk wadah perkawinannya lebih kecil lagi. Kita bisa menggunakan baskom, ember, atau aquarium kecil.

2. Proses pemijahan ikan cupang
Sama seperti cara budidaya lele dengan buis beton , sebelum melakukan proses pemijahan, hal pertama yang wajib kita lakukan adalah menyediakan indukan ikan cupang. Pilihlah indukan yang memiliki warna terang, sisik yang mengkilat, tubuh yang gesit dan sehat. Adapun ciri-ciri dari ikan cupang jantan dan betina yang siap dipijahkan adalah sebagai berikut:
– Ciri ikan cupang jantan:
  • Umur telah memasuki 4 bulan
  • Bentuk badan serta siripnya memanjang
  • Gerakan terlihat agresif dan lincah
  • Kondisi badan sehat
– Ciri ikan cupang betina:
  • Umur telah memasuki 4 bulan
  • Bentuk badannya membulat menandakan ia telah siap kawin
  • Gerakannya lambat tidak segesit sang pejantan
  • Sirinya pendek dengan warna kurang menarik
  • Kondisi badan sehat
– Proses pemijahan:
Setelah kedua indukan terpilih, maka langkah selanjutnya adalah:
  • Siapkan wadah pemijahan, bisa baskom atau aquarium kecil yang berisi air dengan ketinggian 15 – 30 cm dan boleh berasal dari sumber mana saja seperti air sumur, ledeng, atau pun PDAM. Endapkan terlebih dahulu airnya selama semalaman, lalu berikan tanaman air guna menetralisir keasaman air kolam, selanjutnya taburkan garam ikan secukupnya.
  • Setelah itu, masukkan indukan jantan terlebih dahulu, selama 1 hari, lalu tutup wadah pemijahan dengan tutup apa saja. Jika pejantan telah siap kawin, mak ia akan mengeluarkan busa di sekitar permukaan wadah pemijahan, namun jika busa tidak muncul, maka ikan jantan belum siap kawin.
  • Sehari selepasnya (ambil sore hari), indukan betina yang telah matang telurnya boleh dimasukkan ke dalam wadah pemijahan.
  • Ikan akan melakukan proses kawin, biarkan saja dan jangan berikan makan pada indukan cupang tersebut. Hindari pula melakukan goncangan atau memperdengarkan suara gaduh dari luar.
  • Keesokan harinya kita akan melihat ikan telah bertelur dan telur sudah menempel pada sarang berupa busa yang telah disiapkan oleh cupang jantan. Selanjutnya ambil sang betina, dan biarkan cupang jantan menjaga telur-telurnya hingga menetas. 
2.   Proses perawatan anakan cupang
Telur-telur tersebut akan menetas pada hari ke 2 atau ke 3. Burayak atau anakan cupang yang baru menetas biasanya masih menempel pada busanya dan tampak halus sekali. Karena anakannya masih terlalu kecil, maka indukan jantan yang menjaga akan bersifat lebih agresif.Goncangan sedikit saja yang dirasakan akan membuat pejantan cupang mengumpulkan anakan dalam mulutnya. Jadi jangan dikira indukan jantan sedang menelan anakannya. Setelah situasi terlihat lebih aman, sang indukan akan memuntahkan kembali anakan tersebut. hari ke 5, burayak boleh diberi pakan. Pakan yang baik untuk pertumbuhan burayak ini adalah kutu air dan juga artemia. Setiap ikan hias pasti memiliki pakan yang berbeda. Demuikian pula dengan budidaya ikan ramirezi.
Ketika anakan cupang sudah pandai berenang dan telah habis kuning telurnya, maka itu berarti kita harus memindahkan anakan-anakan tersebut ke kolam pembesaran yang ukurannya lebih besar. Anakan tersebut haruslah dipindahkan bersama dengan induk jantannya.Menginjak usia 15 hari, burayak tersebut sudah boleh dipisahkan dari sang induk jantan. Indukan jantannya di kembalikan ke kolam semula, sementara burayak dipindahkan ke kolam pembesaran.
4. Proses pembesaran
Lewat usia 15 hari, anakan cupang harus dipindahkan ke kolam pembesaran agar pertumbuhan serta perkembangan lebih maksimal. Media atau kolam beton yang digunakan sebagai media pembesaran baiknya berukuran 100 x 40 x 60 cm. Sangat berbeda jauh bukan dari ukuran kolam budidaya ikan nila merah di kolam tembok Sama seperti proses persiapan kolam pemijahan yang kami tuturkan di awal, maka air kolam sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama semalaman menggunakan garam ikan, daun ketapang, juga enceng gondok. Untuk pakannya, anakan cupang ini sudah boleh diberikan cacing sutra atau jentik nyamuk yang halus. 

5. Masa Soliter
Karenan ikan cupang adalah ikan yang sangat agresif adan selalu mempertahankan teritorinya, maka sejak usia 1,5 bulan ikan harus dipindahkan ke media botol-botol soliter. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari kerusakan akibat ikan cupang yang saling serang.
Tentu cara panen ini berbeda dengan cara budidaya ikan betok.
Sebagian orang akan membeli cupang brusia 1, 5 bulan ini untuk diikutkan dalam kontes yang disebut dengan kelas baby. Sedangkan para peternak akan menyimpan ikan cupang hingga berusia 2 – 2,5 bulan baru dijual ke pasaran.
Konsumennya tidak hanya berasal dari kaum hobbies, tapi juga dari anak-anak kecil yang senang dengan warna serta keindahan ekornya. Namun jangan sampai membiarkan ikan ini bertarung, ya. Lebih baik memeliharanya di kolam atau aquarium terpisah.
Demikianlah cara budidaya ikan cupang di kolam beton, semoga dapat menambah pengetahuan Anda seputar dunia budidaya ikan hias. Ikan cupang selain dibudidayakan di kolam beton juga dikembangbiakkan di aquarium







Sumber :
https://ilmubudidaya.com/cara-budidaya-ikan-cupang-di-kolam-beton

Rabu, 10 Februari 2021

PENYAKIT PADA IKAN MAS KOKI





Ikan mas koki bisa dibilang ikan yang rentan terhadap suatu penyakit. Banyak orang bilang ikan koki gampang mati. Bisa benar bisa juga tidak pernyataan itu. Sebab kematian ikan mas koki sesungguhnya bukan hanya di karenakan jenis ikan ini lemah, melainkan ada faktor lain penyebab kematian ikan koki ini, yaitu kesalahan dari sang pemelihara yang belum mengerti akan karakteristik ikan ini sehingga kesehatan ikan terganggu dan akhirnya mati.
Contoh kesalahan pemelihara yang sering terjadi adalah:
  1. Kebersihan air yang tidak dijaga dan tercemar amoniak, misalnya akibat dari pemberian makan yang salah, filter yang kurang baik, sirkulasi air yang kurang tepat dan cara penggantian air yang kurang tepat. Ingat, ikan mas koki sangat tidak tahan terhadap amoniak terlaru dalam air.
  2. Kurangnya oksigen terlarut dalam air, yang diakibatkan oleh pemasangan aerator yang kurang pas dan sirkulasi air yang kurang bagus.
Pada pokok bahasan kali ini dengan judul Penyakit Pada Ikan Mas Koki dan Pengobatannya lebih menjurus pada faktor kesalahan yang pertama diatas yaitu "Kebersihan air yang tidak dijaga". Kotornya air akan menimbulkan berbagai parasit, bakteri dan jamur, yang secara otomatis karena air ini adalah media hidup bagi si ikan koki maka ikan koki akan dengan mudah terserang parasit, bakteri atau jamur tersebut dan akhirnya jatuh sakit dan apabila tidak ditangani dengan benar akan segera menyebar ke seluruh penghuni akuarium bahkan sampai kematian berantai.

Umumnya penyakit dapat timbul akibat salah pemeliharaan pada ikan mas koki. Ikan mas koki yang mati sesungguhnya bukan hanya dikarenakan lemah namun akibat kekeliruan didalam perawatan ikan mas koki tersebut terutama pada kualitas air seperti, Air yang tercemar amoniak, kurang oksigen, serta lama tidak diganti. Kondisi air tersebut bisa mengganggu kesehatan ikan. pengaturan air yang pas salah satunya dengan pemakaian filter yang dapat membuat situasi akuarium bersih serta nyaman untuk ikan. Pengamatan pada penyakit mesti dikerjakan tiap-tiap hari dengan menyelidiki adakah koki yang alami pergantian sikap misalnya tidak aktif berenang, sering berdiam di dasar kolam atau di permukaan dan tidak nafsu makan.


Beberapa jenis penyakit yang menyerang ikan Koi dan cara pengobatannya, antara lain :

White Spot
Penyakit White Spot ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada permukaan tubuh ikan. Mula-mula bintik muncul di permukaan badan lalu meluas ke bagian tubuh lain, misalnya ke insang.
Koi yang terkena penyakit bintik putih dapat diobati dengan menaikkan suhu air kolam sampai berapa derajat dari suhu awal. Untuk pengobatan kimia, air kolam bisa ditambahkan dengan 0,5 gram Metheline Blue (MB)/1 ton air. Sedangkan untuk pengobatan secara alami dapat menggunakan ekstrak dari daun sirih atau kunyit. Koi yang terserang penyakit ini direndam ke dalam larutan ekstrak daun sirih atau kunyit yang telah dicampur dengan air bersih selama kurang lebih 1 jam.

Parasit Lernea
Parasit lernea lebih populer disebut “cacing jangkar”. Parasit ini dapat dilihat dengan mata telanjang, biasanya ditemukan menempel pada bagian luar tubuh ikan atau pada insang.
Untuk pengobatan secara kimianya sebaiknya koi yang terserang parasit diobati dengan larutan Formalin atau Dephterex dengan dosis 25 ppm melalui perendaman selama 10 menit yang dilakukan 2 – 3 kali setiap 2 hari sekali. Sedangkan untuk pengobatan secara alami dapat menggunakan Daun Sirih atau Kunyit dengan cara ikan yang sakit direndam dalam larutan ini yang telah dicampur dengan air bersih.

NO
JENIS PENYAKIT
PENGOBATAN
KIMIA
ALAMI
1.












2.
White spot












Parasit lernea
Air kolam di tambahkan 0,5 g Metheline Blue (MB) / 1 ton air.










Perendaman dengan larutan Formalin atau Dephterex dengan dosis 25 ppm selama 10 menit yang di lakukan 2-3 kali dalam 2 hari,
Menggunakan ekstrak daun sirih atau kunyit, dengan cara daun sirih dan kunyit di campur dengan air bersih, dan koi yang terserang penykit di rendam dalam larutan tersebut selama 1 jam. 
Menggunakan daun sirih atau kunyit yang telah di campur dengan air bersih

Jenis Fungi yang Biasa Menginfeksi Ikan Mas Koki
1. Saprolegnia parasitica
Saprolegnia parasitica menyerang hampir semua jenis ikan air tawar, seperti ikan hias, ikan gurame, ikan nila, dan ikan mas. Jamur ini menyerang pada organ tubuh bagian luar yang terluka seperti kepala, tutup insang, sirip dan bagian tubuh luar lainnya. Jamur ini dapat tumbuh pada suhu 0-350C, dengan pertumbuhan optimal 15-300C.
Gejala yang tampak pada infeksi akibat Saprolegnia parasitica ditandai dengan munculnya spot atau bintik seperti kapas, berwarna putih, terkadang dengan kombinasi kelabu dan coklat pada kulit, sirip, insang atau bagian tubuh luar yang terluka.

2. Aspergillus Flavus
Aspergillus Flavus merupakan fungi yang dapat memproduksi aflatoksin. Aflatoksin adalah toksin (racun) di dalam pakan ikan yang menyebabkan keracunan pada ikan. Aflatoksin ini menyebabkan pertumbuhan ikan akan terganggu.
Gejala yang tampak pada infeksi akibat Aspergillus Flavus diantaranya adalah insang terlihat lebih pucat, terganggunya sistem peredaran darah, penurunan sistem imun tubuh, anemia, pertumbuhan ikan terganggu, penurunan berat badan, serta dapat menyebabkan tumor dan gangguan pada hati apabila infeksi kronis (berlangsung lama).

3. Aspergillus niger
Aspergillus niger merupakan jamur yang menyerang insang dan sisik ikan. Jamur ini memproduksi mikotoksik berupa oxalic acid dan kojic acid yang dapat menginfeksi ikan. Gejala yang tampak dari infeksi akibat jamur ini yaitu terjadinya kebusukan pada daerah tertentu, dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat, Faktor pemicu infeksi jamur ini adalah keadaan lingkungan yang tidak terkontrol atau bisa juga karena kualitas air pada akuarium yang buruk.
 Berikut penyakit penyakit yang dapat menyerang ikan mas koki yang dapat kita amati dari luar beserta cara pengobatannya:

1.Lernaea ( cacing perioder )
Penyebab : parasit yang melekat serta menusuk layaknya jarum. menembus tutup insang, badan, sirip serta mata.
Tanda-tanda : tampak ada luka di lebih kurang area yang terserang.
Penanggulangan : penyembuhan dikerjakan gunakan dipterex atau sumition 50ec dengan dosis 1cc/m3air. atau dengan merendam mas koki yang sakit sepanjang 10 menit didalam larutan formalin dengan dosis 250 mg formalin : 100 liter air. perendaman di lagi tiga kali sepanjang tiga hari. untuk memberantas mata rantai penyakit, rendam juga akuarium didalam larutan tetracyclin dengan dosis 250 mgtetracyclin : 250 liter air sekurangnya 5 jam. ulangilah tiga kali didalam tiga hari.

2. Jamur ( saprolegniasis )
Penyebab : jamur yang nampak saat suhu dingin.
tanda-tanda : tubuh ikan terlihat layaknya diselimuti kapas. sisi yang terserang umumnya kepala, tutup insang serta sirip.
Penanggulangan : ikan mas koki yang diserang penyakit direndam didalam larutan malachite green dengan dosis 3 gr/m3 air sepanjang 20 menit.

3. Bakteri aeromonas ( punctata )
Penyebab : bakteri ganas aeromonas.
Tanda-tanda : badan ikan jadi suram serta tidak cerah, kulitnya seperti melepuh. berenang amat lemah di permukaan air dengan megap-megap kekurangan oksigen.
Penanggulangan : dengan pencampuran 50 mg terramicine 50 mg/kg pakan serta diberikan dengan berturut-turut sepanjang 7 hari. tetapi, ikan yang terinfeksi berat baiknya dimusnahkan.

4. Bakteri pseudomonas
Penyebab : bakteri psedomonas flurescens.
Tanda-tanda : kulit ikan alami pendarahan. luka umumnya lantas memborok sirip jadi grepes serta habis.
Penanggulangan : dengan mencampurkan oxytetracyclin 25 mg/kg pakan. diberikan sepanjang 7 hari berturut-turut.

5. Bintik putih ( white spot )
Penyebab : protozoa ichthyophtirius multifilis yang ganas.
Tanda-tanda : seluruh atau beberapa tubuh ikan mas koki terlihat dihiasi bintik kecil berwarna putih. pada infeksi berat, dapat terlihat tanda-tanda selaput putih. ikan jadi gatal serta kerap menggosok-gosokan badannya dan berenang kepermukaan dengan amat lemah.
Penanggulangan : dibuatkan larutan methylene blue 1 persen ( 1 gram didalam 100 cc air ) lantas campuran ini di ambil 2-4 cc digabung dengan 4 liter air serta ikan mas koki yang diserang penyakit lantas direndam didalamnya sepanjang 24 jam. kerjakan penyembuhan ulangan hingga ikan pulih.

Tips selama pengobatan ikan mas koki

Untuk pengobatan sebaiknya gunakan heater atau pemanas pada akuarium untuk mensetabilkan suhu. setel pada suhu 29 atau 30 derajat celcius pada akuarium memperhangat suhu akuarium yang nantinya berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan ikan. Ingat, jika agan punya ikan jenis sapu2 diakuarium sebaiknya ikan sapu- sapu dipindahkan terlebih dahulu karena ikan ini tidak kuat pada suhu tersebut.
Untuk pencegahan penularan penyakit pada ikan lain sebaiknya ikan yang sakit dipisahkan atau  di karantina pada wadah terpisah bisa berupa bak, ember, panci yang penting diberi aerator dan penggantian seperempat air yang rutin setiap hari. Akan lebih baik lagi kalau agan sediakan akuarium khusus karantina.



https://www.rajapetshop.com/en/news/MENGENAL-JAMUR-YANG-MENYERANG-IKAN-MAS-KOKI