Kamis, 11 Juli 2019

JENIS JENIS PENYAKIT PADA IKAN KAKAP PUTIH

JENIS-JENIS PENYAKIT
Penyakit yang sering menyerang ikan Kakap Putih beserta penanggulangannya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 1. Jenis Penyakit dan Penyebabnya
No
Nama Penyakit
Penyebab
1.
Bintik Putih
(Parasit)
Penyebabnya adalah protozoa Ichthiopthirius multifiliis. Faktor pendukung penyebab penyakit ini adalah:
-      kualitas air yang buruk,
-      suhu yang terlalu rendah,
-      pakan yang buruk,
-      dan kontaminasi ikan lain yang sudah terkena penyakit bintik putih.
Penularan penyakit ini dapat melalui air dan kontak langsung antar ikan.
2.
Penyakit Gatal
(Parasit)
Penyakit yang sering menyerang benih arwana ini disebabkan oleh Trichodina sp. bagian tubuh yang diserang adalah kulit, sirip, dan insang.
3
Penducle
 (Bakteri)
Penyakit ini sering disebut dengan penyakit air dingin (cold water descareases) yang bisa terjadi pada suhu 160 C. penyebabnya adalah bakteri Flexbacter psychropahila  yang berukuran sekitar 6 mikron.


       Tabel 2. Jenis Penyakit dan Gejala Serangan
No
Nama Penyakit
Gejala Serangan
1.
Bintik Putih
Bagian tubuh ikan yang diserang adalah sel lendir, sisik, dan lapisan insang. Ikan  yang terserang penyakit ini tampak sulit bernafas, sering menggosok-gosokkan tubuhnya kedinding wadah, munculnya bintik putih pada insang dan sirip, lapisan lendir rusak, dan terjadi pendarahan pada sirip dan insang.
2.
Penyakit Gatal
Serangan penyakit gatal ditandai dengan gerakan ikan yang lemah dan sering menggosok-gosokkan tubuhnya kebenda keras dan dinding wadah pemeliharaan.
3.
Penducle
Ikan arwana yang terserang penyakit penducle tampak lemah, tidak mempunyai nafsu makan, muncul borok atau nekrosa pada kulit secara perlahan.


CARA PENGOBATAN
 Untuk mengetahui cara pengobatan ikan Kakap Putih yang terserang penyakit lihat pada Tabel dibawah  :
Tabel 3. Pengobatan Penyakit dengan Bahan Kimia
No
Nama Penyakit
Pengobatan dengan Bahan Kimia
1.
Bintik putih
   Direndam dalam larutan garam dapur dengan dosis 1-3 gram/100 cc air selama 5-10 menit.
   Methylene Blue (MB 1%) sebanyak 1 gram dilarutkan dalam 100 cc air. Ambil 2-4 cc larutan tersebut dan encerkan kembali didalam 4 liter air. ikan yang sakit selanjutnya direndam didalam larutan tersebut selama 24 jam. Perendaman dilakukan 3-5 kali dengan selang waktu 1 hari.

2.

Gatal
     Ikan yang sakit diobati dengan cara merendamnya di dalam larutan formalin 150-200 ml/m3 air atau 150-200 ppm selama 15 menit.
   Direndam dalam larutan Malacyte Green Oxalate (MGO) dengan dosis 19 gram/m3 air selama 24 jam.
3.
Penducle
   Merendam ikan  yang sakit di dalam Oxytetracycline (OTC) 10 ppm selama 30 menit (100 mg/l).
   Pakan dicampur dengan Sulfixazole. Sebanyak 100 mg/1 kg berat ikan. Pencampuran dilakukan dengan cara mengencerkan Sulfixazole tersebut dalam 15 cc air dan menyemprotkannya ke pakan. Kemudian diberikan selama 10-20 hari.



Tabel 4. Pengobatan Penyakit dengan Bahan Alami
No
Nama Penyakit
Pengobatan dengan Bahan Alami
1.
Bintik putih
Dapat diberikan ekstrak sambang darah. Dengan dosis yang digunakan sebanyak 0,5 ml/5 liter air. ikan yang terserang penyakit direndam setiap hari selama 30-60 menit, sampai ikan benar-benar sembuh.
2.
Gatal
Dapat diberikan ekstrak daun sambiloto, dengan dosis yang digunakan yaitu 0,2 ml daun sambiloto untuk  2 liter air. Ikan yang terserang penyakit direndam selama 15-30 menit.
3.
Penducle
Ikan yang terkena penyakit ini dapat diberikan ekstrak dari kunyit dengan dosis 1 ml/1 liter air dan direndam selama 15 menit.

Ikan kakap merupakan salah satu jenis ikan yang hidup di daerah air payau. Di Indonesia ikan ini juga biasa disebut dengan sebutan ikan barramundi.Ikan kakap jenis warna putih ini lebih banyak dicari karena bobotnya yang cukup besar. Bahkan dapat mencapai 3kg.
Kandungan gizi yang ada dalam ikan kakap pun beragam. Dengan beragamnya kandungan yang ada, menyebabkan ikan kakap memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan Ladies dan keluarga. Sebagaimana dilansir dalam laman rumahsegar.com ikan kakap memiliki beberapa manfaat, diantaranya:
Ikan barramundi atau ikan kakap putih merupakan sejenis ikan air payau yang cukup sering menjadi salah satu produk komersil dalam pemanfaatan olahan laut. Ikan jenis ini cukup tersebar hingga ke wilayah Hindia - Pasifik Barat yang mana yang mana tersebar dari Asia Tenggara hingga Papua Nugini dan Australia.
Ikan barramundi atau ikan kakap putih merupakan sejenis ikan air payau yang cukup sering menjadi salah satu produk komersil dalam pemanfaatan olahan laut. Ikan jenis ini cukup tersebar hingga ke wilayah Hindia - Pasifik Barat yang mana yang mana tersebar dari Asia Tenggara hingga Papua Nugini dan Australia. Dibalik kelezatannya, sudahkah kamu mengetahui manfaat yang terkandung didalamnya?
Untuk kamu yang penasaran mengenai manfaat sehat yang terdapat dalam ikan kakap putih atau barramundi, simak yuk apa saja!
1. Mampu mengatasi kelumpuhan ringan
Tahukah kamu apabila konon sirip pada ikan barramundi ternyata dapat bermanfaat dalam mengatasi kelumpuhan ringan? Hal itu ternyata berdasarkan kandungan manfaat dalam sirip ikan barramundi yang mengandung kalsium dan forsfor yang mana biasa digunakan sebagai pengobatan alternatif untuk pemulihan tulang.
2. Antioksidan alami
Ikan barramundi mengandung taurin dan selenium yang mana sangat bermanfaat sebagai salah satu antioksidan. Tentunya bagi kamu yang tidak mau melewatkan antioksidan alami, jangan ragu untuk mengonsumsi ikan jenis ini karena kandungan antioksidan alami didalamnya.
3. Bermanfaat bagi kecerdasan kogniti
Seperti halnya beberapa jenis ikan lain yang sangat bermanfaat untuk kecerdasan kognitif, maka ikan barramundi juga dapat menjadi salah satu pilihan. Kandungan taurin dan selenium mampu bermanfaat tidak hanya sebagai antioksidan, namun juga untuk kecerdasan kognitif sehingga sangat cocok dikonsumsi oleh anak kecil.

4. Menjaga kesehatan mata

Memiliki mata yang sehat tentu saja menjadi idaman bagi semua orang. Kandungan vitamin A memiliki posisi yang utama dalam menjaga kualitas kesehatan pada mata sehingga sangat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A. Tidak hanya ditemukan dalam buah dan sayuran, vitamin A juga dapat ditemukan pada beberapa jenis ikan seperti barramundi.

5. Menjaga kesehatan jantung

Barramundi memiliki kandungan omega-3 yang sangat baik bagi kesehatan jantung sehingga sangat disarankan untuk mengonsumsinya. Perpaduan antara omega-3 dan asam lemak omega-6 tentunya sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan jantung dan juga fungsi pada kardiovaskular.

Kandungan taurin dan selenium yang ada pada ikan kakap berfungsi sebagai antioksidan dan nutrisi bagi perkembangan otak. Sehingga ikan ini sangatlah bermanfaat bagi buah hati Ladies yang sedang dalam masa pertumbuhan.
-Tak hanya dagingnya, sirip ikan kakap pun juga konon dianggap mampu mengatasi kelumpuhan ringan. Mengapa demikian? Sebab, bagian sirip ikan kakap banyak mengandung kalsium dan fosfor yang biasanya digunakan dalam pengobatan alternatif untuk pemulihan kekuatan tulang.
-Bagi Ladies yang mungkin sedang menderita batuk kronis, dapat memanfaatkan bagian insang ikan kakap dengan mengkonsumsinya guna membantu proses penyembuhannya.
-Bagi Ladies yang mungkin baru saja melaksanakan proses operasi, sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi ikan kakap. Sebab, ikan kakap biasanya digunakan dalam pengobatan alternatif bagi mereka yang dalam tahap pemulihan kesehatan paska operasi.

Senin, 08 Juli 2019

PENGERTIAN PEMIJAHAN





Pemijahan biasanya dilakukan pada jenis ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk dapat mempercepat kematangan gonad, tetapi proses ovulasinya terjadi secara alamiah di kolam. Klasifikasi ikan yang sudah bisa dilakukan pemijahan secara semi buatan antara lain ikan Bawal, ikan Lele, ikan Kakap, serta ikan Kerapu. Sebagai penjelasan lebih lanjut pada artikel ini akan membahas pengertian pemijahan, macam, tujuan, dan contohnya.
Pemijahan
Secara proses pembuatan buatan pemijahan ikan yang terjadi dengan memberikan rangsangan hormon untuk dapat mempercepat kematangan gonad serta proses ovulasinya dilakukan secara buatan dengan teknik stripping/ pengurutan.
Jenis ikan yang sudah bisa dilakukan pemijahan secara buatan antara lain ikan Patin, ikan Mas, serta ikan Lele. Bagi kita yang ingin selalu mengetahui penjelasannya secara lengkap, maka penjelasannya dapat dilihat seperti dibawah ini.

Pengertian Pemijahan

Pemijahan adalah salah satu bentuk unit pengembangan dalam pengertian budidaya pada beragam jenis ikan. Pembenihan ini adalah salah satu titik awal untuk memulai budidaya. Ikan yang akan dibudidayakan harus setidaknya bisa tumbuh dan berkembang biak agar kontinuitas produksi budidaya dapat terjadi secara berkelanjutan.
Sehingga untuk dapat menghasilkan benih yang sangat bermutu (berkwalitas) dalam jumlah yang memadai serta waktu yang tepat mesti diimbangi dengan pengoptimalan penanganan induk dan larva yang dihasilkan melalui pembenihan yang baik serta berkualitas.
Ada bebrapa cara pembenihan yaitu
di antaranaya pembenihan dengan cara yang tradisional, semintensif, dan intensif. Namun disini lebih ditekankan pada pembenihan dengan cara tradsional (Pemijahan alami ialah teknik pemijahan yang dilakukan secara konvensional, ialah ikan memijah sendiri tanpa  dapat melibatkan banyak campur tangan manusia).

Pengertian Pemijahan Menurut Para Ahli

Berikut ini ialah pengertian serta definisi pemijahan menurut beberapa ahli;

Anonim (2008)

Pemijahan adalah bagian dari reproduksi ikan yang menjadi mata rantai daur hidup kelangsungan hidup spesies. Penambahan populasi ikan bergantung kepada berhasilnya pemijahan ini serta juga bergantung kepada kondisi dimana telur dan larva ikan diletakkan untuk tumbuh.
Oleh karena itu sesungguhnya pemijahan menuntut suatu kepastian untuk menjaga keamanan kelangsungan hidup keturunannya dengan memilih tempat, waktu dan kondisi yang menguntungkan. Berdasarkan hal ini pemijahan tiap spesies ikan memiliki kebiasaan yang berbeda tergantung kepada habitat pemijahan itu untuk dapat melangsungkan prosesnya.
Dalam keadaan normal ikan melangsungkan pemijahan minimum satu kali dalam satu daur hidupnya yaitu seperti yang terdapat pada ikan salmon dan sidat. Sesudah melakukan pemijahan, induk ikan tersebut akan mati karena kehabisan tenaga.
Sehubungan dengan pemijahan, dikenal ada tiga macam ikan ialah vivipar, ovovivipar serta ovipar. Tiap-tiap macam ikan tersebut memiliki perbedaan dan kelebihan masing-masing, yaitu (Moyle dan Cech, 1988) Ikan vivipara, ovovivivar, dan ovivar. Pola pemijahan pertama pada ikan sangat bermacam-macam.
De Jong (1940) dalam Effendie (1997) telah melakukan penelitian terhadap beberapa spesies ikan serta membedakan pola pemijahan berdasarkan frekuensi poligon garis tengah telur dalam ovari spesies yang berbeda yang dapat menunjukkan bahwa pemijahan individu betul-betul berkala, namun tidak dapat memberikan interval waktu diantara serta pemijahan.
Macam pemijahan pertama diwakili oleh yaitu jenis ikan bawal, layang, selar como, selar malam dan selar bentong. Pada kelompok ikan ini hanya didapatkan satu kelompok telur yang telah matang, dan bila sudah memijah kelompok ikan ini memiliki ovari seperti kantong kosong dengan beberapa butir telur yang sedang dalam keadaan dihisap kembali.
Macam pemijahan kedua didapatkan pada kelompok ikan tembang, ikan lemah, selar kuning serta ekor kuning. Pada kelompok ini, sebelum telur kelompok pertama telah mencapai kematangan, kelompok telur berikutnya telah memisahkan diri dari stok telur yang lain.
Sebelum akan terjadi pemijahan didapatkan dua kelompok telur yang berpisah. Sesudah berpijah akan didapatkan selain kelompok stok telur yang umum ada pula sekelompok telur yang berukuran lebih besar yang sedang mematang dan akan dikeluarkan dalam pemijahan berikutnya.
Macam pemijahan ketiga diwakili yaitu oleh ikan tenggiri. Dalam ovari yang sedang matang dapat ditemukan tiga kelompok telur yang sedang berkembang dekat dengan kelompok telur yang matang.

Macam Pemijahan

Berikut inilah beberapa klasifikasi dari beragam jenis pemijahan pada ikan, antara lain adalah sebagai berikut;

Pemijahan Alami

Teknik pemijahan  alami ini adalah cara pembudidayaan jenis ikan yang dilakukan oleh masyarakat secara konvensional, Sehingga dalam proses ikan dalam bentuk pemijahan ini sendiri tanpa tanpa melibatkan banyak campur tangan manusia. Umumnya pemijahan alami dapat diterapkan pada ikan dari kelompok ikan yang mudah memijah.
Pemijahan terjadi secara spontan sesudah induk jantan dan betina disatukan di dalam sebuah kolam pemijahan. Sehingga pada saat terjadi proses penjang pada bentuk pemijahan ini, induknya dapat mengeluarkan telurnya kedalam air, dan pada saat hampir bersamaan induk jantan dapat mengeluarkan sperma dan membuahinya.

Pemijahan Tradisional

Jenis pemijahan yang selanjutnya adalah tradisonal yang hahekatnya dilakukan dalam masukan pemijahan alami secara konvensional yang artinya ialah proses pemijahan masyarakat dengan karakteristik dilakukan mengikuti pola atau kebiasaan petani atau pembudidaya pada umumnya dengan alat-alat seadanya.
Pada sistem tradisional ini, jumlah induk yang dapat dipijahkan sangat sedikit sehingga benih yang dihasilkanpun juga sedikit. Biasanya pemijahan alami dapat dilakukan dilakukan dikolam pemijahan, dapat menggunakan hapa (kantong yang terbuat dari kain trikot atau nilon, fungsinya sendiri agar dapat  dipergunakan untuk menampung benih hasil pemijahan.
Bahkan ditemukan juga tidak meggunakan hapa (tergantung ikan apa yang dapat  dipijahkan). Pada pemijahan alami sistem tradisionnal ini proses pertamanya dilakuknnya ialah memilih ikan yang berjenis kelamin betina, sehingga dalam ikan tersebut akan senantianysa di dorong sepenuhnya untuk dapat mengeluarkan telurnya ke dalam sebuah bejana air, dan pada saat bersamaan induk jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur tersebut.
Telur yang telah terbuahi , jenis ikan tertentu ada yang bersifat menempel pada substrat , ada juga yang tidak dapat menempel tetapi melayang-layang didalam air. Untuk karakteristik ikannya sendiri yang dimaksudkan dapatmenempelkan telurnya pada substrat (misalnya ikan mas), 
perlu dapat disiapkan kakaban pada kolam pemijahan ialah substrat buatan sebagai tempal menempel telur.
Kakaban terbuat dari ijuk yang dijepit dua pada buah bambu. Jika kakaban dari ijuk sulit diperoleh bisa juga menggunakan rerumputan. Kakaban atau rerumputan dapat dipasang dikolam pemijahan setelah unduk jantan serta betina dimasukkan kedalam kolam tersebut.

Tujuan Pemijahan

Adapun dilakukannya pemijahan oleh masyarakat pada umumnya memiliki tujuan sebagai berikut;
  • Untuk dapat mengetahui arti dari pembenihan tradisional.
  • Untuk dapat mengetahui induk ikan yang akan dipijahkan.
  • Mengetahui teknik teknik apa saja yang dapat digunakan dalam pembenihan tradisional.
  • Untuk mengetahui teknik penetasan telur secara alami ataupun tradisional.
  • Untuk megetahui teknik pemeliharaan yaitu larva secara tradisioanal

Contoh Pemijahan

Contoh dalam kasus pemijahan yang kerpakali dilakukan oleh masyarakat ialah pemijakan pada ikan lele dapat secara alami, hal ini dilakukan dengan beberapa langkah. Diantaranya adalah sebagai berikut;
Langkah pertama untuk dapat pemijahan ikan lele secara alami ialah dengan memilih induk betina dan jantan yang sudah matang gonad. Pilih sepasang ikan lele yang mempunyai bobot seimbang, tujuannya agar salah satu induk tidak ketakutan terhadap induk lainnya. Keseimbangan bobot sangatlah berpengaruh terhadap keberhasilan pemijahan.
Sebelum proses pemijahan ikan lele dapat dilakukan, siapkan terlebih dahulu kolam untuk tempat memijah. Kolam yang ideal untuk pemijahan ialah panjang 2-3 meter, lebar 1 hingga 2 meter dan dengan kedalaman 1 meter. Sebaiknya dasar kolam terbuat dari semen ataupun fiberglass agar mudah dalam mengawasi telur hasil pembuahan.
Sebelumnya kolam harus dapat dikeringkan dan dijemur, kemudian diisi air sedalam 30 hingga 40 cm. Gunakan air yang berkualitas baik, bersih serta jernih.
Pasang kakaban, dapat dibuat dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam. Gunakan pemberat agar kakaban tersebut tenggelam tidak mengapung pada atas permukaan air. Kakaban dapat berfungsi agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan serta mudah dipindahkan.
Buatlah kakaban sekokoh mungkin agar tidak berantakan oleh indukan yang sedang aktif. Air untuk pemijahan ikan lele sebaiknya kaya oksigen, oleh karena itu berikan aerasi pada kolam pemijahan. Atau, apabila tersedia sumber air yang cukup buatkan aliran masuk serta keluar. Atur debit air sebanyak 2 hingga 3 liter per detik.
Waktu yang tepat untuk dapat memasukan indukan kedalam kolam pemijahan ialah sore hari. Biasanya ikan lele akan dapat memijah sekitar pukul 23.00 hingga pukul 05.00. Selama proses pemijahan ikan lele kolam harus dapat ditutup, untuk mencegah induk ikan loncat keluar kolam.
Pada pagi hari, biasanya proses pemijahan telah selesai. Telur akan menempel pada kakaban. Telur juga yang berhasil dibuahi berwarna transparan sedangkan yang gagal berwarna putih susu. Sesudah  proses pemijahan selesai, segera angkat induk dari kolam pemijahan ikan lele.
Hal ini untuk menghindari telur disantap oleh yaitu induk ikan, karena sesudah memijah induk ikan betina akan merasa lapar. Selanjutnya telur yang sudah dibuahi ditetaskan. Penetasan dapat dilakukan di kolam pemijahan ataupun di tempat lain seperti akuarium, fiberglass atau kolam terpal.
Selama proses penetasan suplai oksigen (aerasi) harus dapat dipertahankan serta suhu distabilkan pada kisaran 28-29oC. Telur yang sudah dibuahi akan menetas dalam 24 jam menjadi larva. Sesudah  itu segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk dapat mencegah tumbuhnya jamur. Larva yang menetas akan dapat bertahan tanpa pemberian makanan tambahan selama 3 hingga 4 hari. Selanjutnya dapat melakukan proses pembesaran larva.
Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian pemijahan menurut para ahli, macam, tujuan, dan contoh teknik dalam prosesnya. Semoga melalui tulisan ini bisa menjadi referensi bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,