Kamis, 26 Maret 2020

BERAGAM JENIS IKAN GURAME


Selain beragam untuk cara budidaya ikan gurame, ikan ini juga mempunyai beragam jenis yang mencakup bobot, warna dan panjang, berikut ini kami paparkan untuk jenis-jenis ikan gurame.
  • Gurame Bastar, jenis gurame ini memiliki tingkat pertumbuhan dan memiliki sisik yang lebih tebal dari jenis gurame lainnya, serta memiliki kepala yang berwarna putih dan tubuh yang berwarna abu-abu kehitaman yang menjadi ciri khasnya.
  • Gurame paris, Bobot yang dapat dimiliki oleh Gurame Paris dapat dibilang cukup besar dari sebagian jenis lainnya yaitu 1,5 kilogram. Untuk ciri khususnya gurame paris ini memiliki warna dasar merah cerah, namun adanya warna lain seperti warna putih pada bagian tubuhnya yang menyebabkan tubuh ikan ini berkesan berwarna oranye.
  • Gurame soang, Untuk gurame jenis ini Selain disebut dengan nama Gurame Soang, ikan jenis ini juga memiliki sebutan lain yaitu gurame Angsa. Nah untuk habitatnya gurame jenis ini kebanyakan ditemukan di daerah jawa barat atau lebih rincinya di daerah Ciamis dan sekitarnya. Gurame soang ini memiliki massa terberat dibanding gurame lainnya,  yang dapat dicapai oleh gurame ini adalah 8 kg dan panjang sebesar 65 cm. Ikan ini memiliki beberapa ciri-ciri, seperti halnya pada ekor adanya warna kemerahan yang bisa dilihat ketika usia kurang dari 1 tahun serta memiliki warna mixhitam dan putih, dengan tubuh yang pipih memanjang.
  • Gurame Batu, Berbanding terbalik dengan Gurame Bastar, Gurame Batu ini memiliki pertumbuhan yang sangat lambat serta ukuran yang kecil. Mempunyai warna hitam yang merata dan sisik kasar di tubuhnya. Ikan jenis ini terbilang langka untuk dijumpai karena pembudidayanya yang sedikit.
  • Gurame Porselin, Ikan gurame jenis ini memiliki bobot berkisar 2 kg yang dapat dicapai. Bisa dibilang tingkat pertumbuhannya yang lumayan cepat. Ciri khusus pada gurame ini ialah warna putih dan merah muda pada bagian bawah tubuhnya.
  • Gurame Bluesafir, Ikan gurame jenis ini memiliki panjang yang dapat mencapai 35 cm serta bobot 4 kilogram. Mempunyai warna yang hampir sama dengan yang lainnya yaitu hitam kemerahan.
  • Gurame Kapas, Seperti halnya dengan gurame bastar. Gurame Kapas mempunyai pertumbuhan yang lumayan cepat dan bisa tumbuh mencapai 1,5 kilogram dari bobotnya. Mempunyai sisik yang keras dan lebar dan mempunyai warna putih keperakan seperti kapas, itulah ciri khusus untuk Gurame Kapas.

Penyakit Ikan Gurame

beberapa penyakit yang Sering Dialami oleh Ikan Gurame:

  • Bintik putih, ciri yang terlihat bila ikan gurame terkena penyakit bintik putih adalah selalu menggosok-gosokan badannya ke dinding kolam dan dasar perairan. Ada juga yang  sering berkumpul di pengisisan air kolam sebab kekurangan oksigen terlarut. Dampaknya terdapat bintik putih pada badannya serta warna tubuh berubah menjadi pucat. sebab ini ditimbulkan oleh parasit yang terdapat di lapisan kulit epidermis. Nama protozoa ini dikenal juga dengan adalah Ichthyophthirius multifillis. Mereka mempunyai ciri identik dengan bulu getarnya. Perlu diketahui juga, jenis penyakit ini sifatnya menular. Proses penularan bisa terjadi oleh beberapa sebab, diantranya kurang makan, suhu air yang rendah serta tertular oleh ikan lain.
  • Myxosporeasis, penyakit ini menyerang pada bagian di insang ikan gurame. Parasit yang menjadi karena adalah Thellohanelus sp dan Henneguya sp. Sifat dari penyakit ini adalah bisa menular dengan melalui perairan. Karena salah satu penyebabnya juga adalah kualitas air yang tidak baikyang ada pada sistem budidaya ikan gurame.
  • Kutu ikan. Dampak yang dibawa oleh Argulus sp ini adalah bagian tubuh gurame akan terjadi pendarahan karena gigitan dari kutu ikan ini. Jika terus dibiarkan tanpa ada penanggulanngan makan akan semakin buruk. Selain itu datangnya kutu ikan juga disebabkan oleh adanya kualitas air yang tidak baik.
  • Columnaris, yaitu penyakit yang bisa menyerang sirip dan insang. Bisa mengakibatkan ikan gurame lemmas, nafsu makan kurang, insang terkelupas sampai sirip rontok. Penyakit ini disebabkan oleh parasite yang dikenal dengan nama Flexybacter columnaris.
  • Trichodina, penyakit ini dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi ikan yaitu luka di sekujur tubuh yang terkena. Trichoda sp ialah nama parasit penyakit ini. Parasit ini juga menyerang kedalam bagian sirip dan kulit ikan.

Tips-Tips Agar Ikan Gurame Anda Cepat Besar dan Cepat Siap Panen

·         Mencari Lokasi Kolam Yang Tepat

Hal pertama yang agar cara budidaya ikan gurame Anda dengan cepat tumbuh besar adalah lokasi pembuatan kolam.
Kolam ikan gurame yang bagus dan baik yaitu kolam yang mendapatkan sinar matahari langsung yang cukup. Hal itu disebabkan ikan gurame mempunyai habitat asli di tempat berdataran rendah yang mana suhunya sekitar 25 sampai 28 derajat celcius.
Jadi memilih lokasi kolam di dataran rendah lebih diutamakan dan baik daripada memilih lokasi kolam di dataran tinggi. Dan setelah diteliti lebih mendalam, ternyata setelah diteliti, ikan gurame akan cepat tumbuh besar di tempat yang memiliki ketinggian maksimal 800 meter di atas permukaan laut.

·         Memilih Benih Ikan Gurame Berkualitas

Langkah selanjutnya bisa dibilang cukup umum, yaitu memilih benih ikan gurame yang sehat. Yang mana dapat dikategorikan sehat adalah ikan gurame yang memiliki berat sekitar 100 gram atau berumur lebih dari setahun.
Dengan mengikuti cara tersebut, Anda akan lebih cepat memanen ikan gurame yang mana biasanya akan siap jual atau panen saat sudah memiliki berat sekitar 500 gram.
Selain itu, carilah juga benih ikan gurame tersebut di tempat yang tidak jauh dengan lokasi Anda membudidayakannya. Hal itu bertujuan supaya benih ikan gurame yang Anda beli dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Karena jika tempat Anda membeli benih terlalu jauh dari tempat Anda, dikhawatirkan ikan gurame Anda mengalami kesulitan dalam beradaptasi dan dapat menyebabkan cara budidaya ikan gurame Anda mengalami stress dan kematian.

·         Mengeringkan Kolam Terlebih Dahulu

Cara yang selanjutnya adalah melakukan pengeringan kolam sebelum memasukkan benih gurame baru. Hal ini dilakukan agar benih ikan gurame Anda bisa terhindar dari berbagai macam penyakit ikan gurame seperti jamur dan lain-lain.
Lakukanlah pengeringan kolam selama 10-14 hari dan berilah kapur pertanian sekitar 200 gram per meter persegi. Selain itu, rendamlah semua peralatan yang Anda gunakan untuk cara budidaya ikan gurame Anda ke dalam larutan kaporit kurang lebih setengah jam kemudian keringkan.
Jika anda menemukan ikan gurame yang terserang penyakit, segera pisahkan dan rendamlah dalam larutan garam dapur sekitar 20 miligram per liter air sekitar satu jam.

·         Memberikan Pakan Yang Baik

Pakan yang baik untuk ikan gurame seperti apa sih?, Pakan yang bagus untuk ikan gurame ialah makanan yang mengandung banyak protein baik protein nabati maupun protein hewani. Oleh sebab itu Anda sangat dianjurkan untuk memberi ikan gurame Anda dengan pakan yang memiliki kandungan dua protein tersebut.
Protein hewani merupakan kandungan protein yang bisa membuat ikan gurame Anda cepat tumbuh besar. Hal itu disebabkan ikan gurame membutuhkan setidaknya 25% protein hewani supaya bisa cepat berkembang besar.
Sedangkan untuk protein nabati, Anda dapat memberikan makanan seperti daun kangkung, daun singkong, daun talas dan selada air kepada ikan gurame Anda. Selain itu, Anda juga dapat memberikan enzim komplek sekitar 2% dari pakan pabrik.
Nah itulah tadi artikel yang membahas tentang Cara Budidaya Ikan Gurame, seperti yang kalian tahu bahwa untuk budidaya ikan gurame selain membutuhkan kerjakeras yang kalian butuhkan juga modal yang besar dan lokasi yang cocok dalam mengembangbiakannya. Semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman sekalian, terima kasih.


SUMBER : https://www.rumahmesin.com/cara-budidaya-ikan-gurame/

Senin, 23 Maret 2020

BUDIDAYA PADA IKAN MANFISH


BUDIDAYA IKAN MANFISH
 
Tak semua orang mengenal manfish, meski sebenarnya ikan ini juga banyak dijual di toko-toko ikan hias, termasuk di penjual hias pinggiran jalan di kota-kota besar, seperti Jakarta. Ciri khasnya berbadan tipis, dan bersirip panjang, terutama pada sirip punggung, ekor dan perut. Sedang warnanya bervariasi. Ada yang putih perak, ada yang hitam dan masih banyak lagi, kadang bervariari.




Beda jantan dan betina
Membedakan jantan dan betina manfish relatif mudah. Tak perlu dipegang seperti ikan koki, cukup dipandang dari jauh. Tapi perlakuan ini hanya bisa dilakukan bila manfish sudah dewasa, terutama setelah matang kelamin atau matang gonad. Yaitu setelah berumur lebih dari 6 bulan.
Jantan bercirikan dengan kepala bagian atas menonjol, tanda ini seperti tanda pada ikan gurame. Selain berkepala menonjol juga berwarna lebih cerah dari betina. Bila sudah matang kelamin atau siap pijah, kecerahan warnanya lebih jelas dari biasanya.
Sedangkan betina bercirikan dengan kepala bagian atas datar atau tidak menonjol. Selain itu berwarna lebih kusam dari jantan. Bila sudah matang gonad, atau sipa pijah, kecerahan tidak berubah, namun bentuk perut agak menonjol atau lebih gendut.
Beda lainnya, dalam umur yang sama, jantan lebih besar dari betina.

Pematangan gonad
Pematangan gonad dilakukan di akuarium. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 2 titik aerasi dan biarkan hidup selama pematangan gonad; masukan 10 ekor induk; beri pakan berupa cacing darah atau Dapnia atau jantik nyamuk secukupnya. Dalam pemeliharaan induk, jantan dan betina dipelihara terpisah.

Pemijahan
Pemijahan manfish dilakukan di akuarium secara berpasangan. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 2 titik aerasi dan biarkan hidup selama pemijahan; masukan 2 buah potongan paralon berdiameter 2 inchi dan panjang 10 cm; masukan 1 ekor induk betina; masukan pula 1 ekor induk betina; beri pakan berupa cacing darah atau Dapnia atau jantik nyamuk secukupnya.
Selain berpasangan, pemijahan manfish juga bisa secara massal. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 80 cm, lebar 60 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 4 titik aerasi dan biarkan hidup selama pemijahan; masukan 10 buah potongan paralon berdiameter 2 inchi dan panjang 10 cm; masukan 5 ekor induk betina; masukan pula 5 induk betina; beri pakan berupa cacing darah atau Dapnia atau jantik nyamuk secukupnya.

Penetasan dan pemeliharaan larva
Penetasan dilakukan di akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 2 titik aerasi, tapil kecil dan biarkan hidup selama pemijahan; tambahkan larutan methilin blue hingga air berwarna biru seulas; masukan paralon yang berisi telur; biarkan menetas (Catatan :dalam 3 hari telur akan menetas dan setelah 7 hari larva mulai berenang. Sebelum bisa berenang, jangan diganti air dan kena guncangan, karena bisa menyebabkan kematian); beri pakan berupa infusoria, rotifera atau artemia; panen setelah 2 minggu dengan sekupnet halus..

Pendederan
Pendederan dilakukan di akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 2 titik aerasi dan biarkan hidup selama pemijahan; masukan 200 ekor benih yang berasal dari tempat penetasan; beri pakan berupa infusoria, rotifera atau artemia; panen setelah 1,5 bulan.

Pembesaran
Pendederan dilakukan di akuarium lain. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 20 – 30 cm; hidupkan 2 titik aerasi dan biarkan hidup selama pemijahan; masukan 100 ekor benih yang berasal dari tempat pendederan; beri pakan berupa infusoria, rotifera atau artemia; panen setelah 2 bulan. Ikan manfish siap dijual.

SUMBER:
http://bdp-unhalu.blogspot.com
http://agusrochdianto.wordpress.com
http://ebookbrowsee.net

Rabu, 18 Maret 2020

PERAN UMKM


UMKM


Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran.



Salah satu kunci keberhasilan usaha mikro, kecil dan menengah  adalah tersedianya pasar yang jelas bagi produk UMKM. Sementara itu kelemahan mendasar yang dihadapi UMKM dalam bidang pemasaran adalah orientasi pasar rendah, lemah dalam persaingan yang kompleks dan tajam serta tidak memadainya infrastruktur pemasaran. Menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing.

A.    Peran UMKM dalam Pembangunan Nasional

Merupakan suatu realitas yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa UMKM (Usaha Mikro, Kecil, Menengah) adalah sektor ekonomi nasional yang paling strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak, sehingga menjadi tulang punggung perekonomian nasional. UMKM juga merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian di Indonesia dan telah terbukti menjadi kunci pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis ekonomi, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis. Itu artinya, usaha mikro yang memiliki omset penjualan kurang dari satu milyar, dan usaha kecil memiliki omset penjualan pada kisaran satu milyar, serta usaha menengah dengan omset penjualan di atas satu milyar pertahun, memiliki peran yang sangat besar dalam proses pembangunan bangsa ini.

Selama tahun 2000-2003 peranan usaha mikro, kecil dan menengah dalam penciptaan nilai tambah terus meningkat dari 54,51% pada tahun 2000 menjadi 56,72% pada tahun 2003. Sebaliknya perusahaan besar semakin berkurang dari 45,49% pada tahun 2000 menjadi 43,28% pada tahun 2003. Usaha mikro, kecil dan menengah juga menjadi pemasok kebutuhan barang dan jasa nasional sebanyak 43,8%, sedangkan usaha besar 42,1% dan impor sebanyak 14,1%.
Selama tahun 2003, pertumbuhan ekonomi usaha mikro dan kecil mencapai angka 4,1%, usaha menengah tumbuh 5,1%, sementara usaha besar hanya mengalami pertumbuhan 3,5%. Pertumbuhan usaha mikro, kecil dan menengah tersebut telah memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 2,37% dari total pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 4,1%. Pada periode 2001-2003, usaha mikro, kecil dan menengah memiliki keunggulan dalam mendorong pertumbuhan PDB dalam sector sekunder yang tumbuh masing-masing sebesar 5,60%, 4,65% dan 5,36%, sedangkan usaha besar hanya mengalami pertumbuhan 3,36%, 3,60% dan 4,04%  pada periode yang sama. Dengan demikian, usaha mikro, kecil dan menengah di sektor sekunder dan tersier sangat potensial untuk dikembangkan mengingat memiliki pertumbuhan yang cukup tinggi (www.depkop.go.id)
Secara umum peran usaha mikro, kecil dan menengah dalam PDB mengalami kenaikan dibandingkan sebelum krisis, bersamaan dengan merosotnya usaha menengah dan besar. Enam tahun setelah krisis, keadaan usaha menengah belum pulih, sedangkan usaha besar baru pulih mulai tahun 2003. Perbandingan posisi keuangan tahun 1997 dan 2003 akan memberikan gambaran bahwa krisis ekonomi memiliki dampak yang besar terhadap usaha menengah dan besar. Perekonomian nasional baru pulih dari kondisi krisis pada akhir tahun 2003, dimana peran usaha menengah semakin berkurang, namun secara perlahan mulai bangkit kembali. Usaha mikro dan kecil relatif paling cepat pulih dari krisis ekonomi dan pernah memberikan kontribusi yang terbesar dalam perekonomian nasional, terutama pada saat puncak krisis tahun 1998 dan 1999, walaupun kemudian tergeser kembali oleh usaha besar.



Tabel1.    Perbandingan Komposisi PDB Menurut Kelompok Usaha Pada Tahun 1997 dan 2003 Atas Dasar Harga Konstan 1993 (Miliar Rupiah)
No.    Skala Usaha    1997    2003    Pertumbuhan
1.    Usaha Mikro dan Kecil    171.048 (40,45)    183.125 (41,11)    + 7,06%
2.    Usaha Menengah    78.524 (17,41)    75.975 (15,61)    - 3,25%
3.    Usaha Besar    183.673 (42.17)    185.352 (43,28)    + 0,91%
Jumlah PDB    433.245 (100)    444.453 (100)    + 2,59%
     Sumber : www.depkop.go.id (diolah)


Krisis ekonomi juga telah mengakibatkan jumlah unit usaha menyusut secara drastis, dari 39,77 juta unit usaha pada tahun 1997 menjadi 36,82 juta unit usaha pada tahun 1998 atau berkurang sebesar 7,42%, dan bahkan usaha menengah dan besar mengalami penurunan jumlah unit usaha lebih dari 10%. Usaha menengah ternyata relatif lebih lamban untuk pulih dari krisis ekonomi, padahal sector usaha ini memiliki peran strategis untuk menjaga dinamika dan keseimbangan struktur perekonomian nasional.


Tabel 2. Perkembangan Jumlah Unit Usaha Tahun 1997, 2000, dan 2003
No.    Skala Usaha    1997    2000    2003    Pertumbuhan
2000-2003
1.    Usaha Mikro dan Kecil    39.704.661    38.669.335    42.326.519    9,46%
2.    Usaha Menengah    60.449    54.632    61.986    13,46%
3.    Usaha Besar    2.097    1.973    2.243    13,68%
Jumlah    39.767.207    38.725.940    42.390.749    9,46%
     Sumber : www.depkop.go.id (diolah)


Berdasarkan gambaran kedua table di atas, menunjukkan bahwa krisis ekonomi telah menyebabkan pelaku ekonomi di Indonesia tertinggal selama lima tahun dibandingkan pelaku ekonomi dari negara lain. Untuk itu diperlukan komitmen, inovasi, dan strategi pemberdayaan UMKM untuk meningkatkan daya saingnya pada masa yang akan datang.
Dari sudut ketenagakerjaan, usaha mikro, kecil dan menengah memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja, yaitu sebesar 99,45% dari tenaga kerja di Indonesia. Selama periode 2000-2003, usaha mikro dan kecil telah mampu memberikan lapangan kerja baru bagi 7,4 juta orang dan usaha menengah menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 1,2 juta orang. Pada sisi lain, usaha besar hanya mampu memberikan lapangan kerja baru sebanyak 55.760 orang selama periode 2000-2003. Hal ini merupakan bukti bahwa UMKM merupakan katup pengaman, dinamisator, dan stabilisator perekonomian negara kita.


Tabel 3. Perkembangan Penyerapan Tenaga Kerja Menurut Kelompok Usaha Pada Tahun 2000 dan 2003 (orang).
No.    Skala Usaha    2000    2003    Pertumbuhan
1.    Usaha Mikro dan Kecil    62.856.765 (88,79)    70.282.178 (88,43)    7.425.413 (11,81%)
2.    Usaha Menengah    7.550.674 (10,67)    8.754.615 (11,02)    1.203.941 (15,94%)
3.    Usaha Besar    382.438  (0,54)    438.198  (0,55)    55.760 (14,58%)
Jumlah Tenaga Kerja    70.789.877 (100)    79.474.991 (100)    8.685.114 (12,27%)
Sumber : www.depkop.go.id
(diolah)

Merujuk pada data tersebut, tidak berlebihan kiranya jika dikatakan bahwa pemberdayaan UMKM merupakan suatu keharusan apabila ingin membangun perekonomian bangsa yang berpihak pada rakyat. Sehingga merupakan harapan besar ketika Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas mengatakan bahwa pemerintah akan memberdayakan potensi UMKM sebagai fundamental pembangunan ekonomi, dengan mengalokasikan anggaran dalam APBN sebesar Rp 15 triliun per tahun.(Bisnis Indonesia, 30 Januari 2006)
Secara umum UMKM dalam perekonomian nasional memiliki peran : (1) sebagai pemeran utama dalam kegiatan ekonomi, (2) penyedia lapangan kerja terbesar, (3) pemain penting dalam pengembangan perekonomian lokal dan pemberdayaan masyarakat, (4) pencipta pasar baru dan sumber inovasi, serta (5) kontribusinya terhadap neraca pembayaran. (www.depkop.go.id) Oleh karena itu pemberdayaannya harus dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, dengan arah peningkatan produktivitas dan daya saing, serta menumbuhkan wirusahawan baru yang tangguh.

B.    Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Pemberdayaan UMKM

1.    UMKM perlu didorong dan diarahkan untuk melakukan usaha yang berorientasi ekspor

2.    Perlu dikembangkan pola kemitraan antara pengusaha besar dengan pengusaha UMKM

3.    Perlu dipertimbangkan pembentukan lembaga penjaminan kredit kepada pengusaha UMKM

4.    UMKM perlu mencoba alternatif pembiayaan melalui lembaga keuangan non perbankan (modal ventura, perush. Leasing, permodalan madani)